7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Survei yang dilakukan Continuum Data Indonesia pada 1 hingga 25 April lalu menunjukkan bahwa topik perbincangan terkait kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 di media sosial meningkat dua kali lipat.
" Ini juga menunjukkan antusiasme orang-orang untuk melakukan mudik itu masih sangat tinggi," ungkap Big Data Analyst Continuum Data Indonesia, Muhammad Azzam, dikutip dari merdeka.com, Senin 3 Mei 2021.
Menurut Azzam, 80 persen netizen yang membicarakan larangan mudik mayoritas berasal dari pulau Jawa. Maklum, banyak penduduk di Jawa yang merantau ke sejumlah kota besar.
" Tentunya ingin mudik di momen lebaran ini bertemu dengan keluarga masing-masing," tambah Azzam.
Survei itu memotret sentimen negatif lebih banyak ketimbang poritif terhadap kebijakan larangan mudik Lebaran 2021. Persentase sentimen negatif mencapai 67 persen.
" Jadi, yang memberikan sentimen negatif terhadap mudik itu dua kali lipat lebih besar karena mencapai 67 persen. Sementara sisanya 32 persen memberikan sentimen positif," terang Azzam.
Banyak responden yang memberikan sentimen negatif menilai penerapan larangan mudik Lebaran 2021 tidak dijalankan serius. Apalagi, pariwisata diperbolehkan sementara mudik dilarang.
Kebijakan larangan mudik juga dinilai masih banyak celah pelanggaran, memberatkan rakyat, hingga tidak membantu perekonomian di daerah. " Karena seperti yang kita tahu di momen Ramadan itu banyak orang mudik yang membawa uang thr nya dan membelanjakannya di daerah-daerah," tekannya.
Sedangkan pihak yang setuju atas kebijakan larangan Mudik Lebaran 2021 karena menyatakan kesehatan lebih penting, Vaksinasi Covid-19 belum menjamin, mencegah penularan ke keluarga, hingga demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.
Untuk diketahui, Survei tersebut menggunakan pendekatan big data secara real time. Dengan mencakup 1.204.102 pembicaraan di media sosial dari 934.671 akun media sosial
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?