5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Investor menahan aksi beli saham setelah bursa regional serempak bergerak turun. Penguatan di sesi pembukaan pun berbalik melemah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 26 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,457 poin (0,32%) ke level 143,652.
Pembalikan arah juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,749 poin (0,12%) ke level 601,044.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya dibuka menguat. Namun tekanan jual akibat kondsi regional yang mendorong ISSI dan JII bergerak melemah.
Dengan transaksi mencapai Rp 2,87 triliun, sebanyak 118 emiten syariah menatap akhir pekan di zona merah. Sebanyak 23 diantaranya merupakan saham-saham unggulan syariah.
Namun ISSI bisa sedikit bernapas setelah 52 emiten syariah bisa bertahan di teritori positif. Hanya 5 emiten yang berasal dari jajaran bluechips syariah.
Menguat sampai Rp 1.450, emiten UNVR memimpin daftar top gainer indeks JII. Disusul SILO yang naik Rp 200, AKRA Rp 75, PGAS dan Telkom masing-masing Rp 10 per saham.
Sebliknya, jajaran saham bluechips syariah yang melemah juga cukup besar. INTP memimpin daftar top losser dengan melemah Rp 1.000 per saham. Diikuti AALI Rp 425, UNTR Rp 250, SMGR Rp 150, dan SCMA Rp 120 per saham.
Rontoknya hampir seluruh indeks sektoral juga memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. Terpangkas 36,497 poin (0,79%), IHSG ditutup di level 4.560,560.
Lantai bursa sepanjang perdagangan menggelar transaksi jual beli hingga Rp 4,41 triliun. Dengan posisi asing mengurangi aksi belinya menjadi nett buy Rp 229 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?