7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Tahun 2016 tak terasa sudah di dekat mata. Walaupun masih sekitar sebulan lagi, tetapi ini merupakan waktu yang singkat untuk merencanakan bisnis bagi yang ingin mulai merintis karir di dunia usaha.
Namun, mungkin Anda masih bingung bisnis apa yang sebaiknya Anda ambil di tahun depan? Pengamat Kewirausahaan Iim Rusyamsi menyebutkan, ada beberapa sektor usaha yang tampaknya memiliki peluang pasar yang besar di tahun depan. Apalagi tahun depan sudah masuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
" Fashion itu masih jadi unggulan, apalagi fashion muslim," ungkapnya kepada Dream, Jumat, 27 November 2015.
Menurut Iim, saat ini Indonesia menjadi kiblat fashion di ASEAN, bahkan Asia, dan mulai merambah ke pasar Afrika.
Pasalnya, produk fashion karya anak bangsa saat ini sangat beragam dengan kualitas yang bisa bersaing.
" Fashion ini bukan hanya baju jadi. tetapi aksesoris, dan sepatu, terutama untuk wanita," jelasnya.
Tidak hanya itu, lanjut Iim, ketika pasar semakin terbuka terutama untuk ASEAN, tentunya sektor pariwisata akan turut tumbuh. Begitupun dengan industri turunannya seperti kuliner dan travel.
" Begitu pariwisata meningkat maka yang bakal dicari kulinernya juga," ujar pemilik akun twitter @iimrusyamsi ini.
" Kuliner ini, makanan dan minuman, masuk industri kreatif. Jadi buat yang menarik dengan menggunakan kearifan lokal dan kreativitas pembuatnya. Misal buat kafe kopi yang dibuat semenarik mungkin, kemudian dibundling dengan snack," tambahnya.
Iim mengingatkan pentingnya kreativitas dan membaca peluang di masa depan. Selain itu, jangan terlalu ikut arus. Pasalnya, masih banyak sektor yang belum tergarap dengan baik, padahal permintaan produknya sangat besar.
" Jadi jangan karena orang-orang ngomong industri kreatif jadi ikut-ikutan. Padahal sektor pertanian, peternakan, perikanan ini kan potensinya besar. Masih butuh banyak orang untuk masuk di agraria ini," pungkasnya.(Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?