Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Target Ambisius Negara G20

Reporter : Ramdania
Selasa, 18 November 2014 10:30
Target Ambisius Negara G20
Pertemuan negara anggota G20 kali ini menghasilkan beberapa langkah reformasi keuangan guna menggenjot pertumbuhan dunia. Reformasi ini untuk mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan.

Dream - Pertemuan pemimpin negara anggota G20 telah menyepakati beberapa langkah reformasi untuk meningkatkan rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia sekitar 2,1% pada tahun 2018. Hal ini bukan merupakan perkara mudah mengingat masih terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara besar.

Kesepakatan yang disebut Brisbane Action Plan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dunia di atas 2% dengan merehabilitasi ekonomi global yang lesu dan menciptakan lapangan kerja.

" Diperkirakan nilai PDB dunia akan bertambah sekitar US$ 2 triliun untuk ekonomi dunia dan penciptaan jutaan lapangan kerja," ujar Presiden AS Barrack Obama dan Presiden China Xi Jinping dalam KTT G20 di Brisbane, Australia, seperti dikutip dari Arab News, Senin 17 November 2014.

Dalam pertemuan itu juga dibahas langkah-langkah guna mengurangi kesenjangan pembangunan infrastruktur yang diperkirakan mencapai US$ 70 triliun hingga tahun 2030. Caranya dengan pemerataan investasi swasta dalam berbagai proyek infrastruktur.

Untuk itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, swasta, bank-bank pembangunan multinasional dan organisasi internasional.

Selain itu, dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai kerjasama secara global untuk mengurangi penghindaran pajak perusahaan-perusahaan multinasional dan ketahanan energi untuk mendorong pertumbuhan.

" Manfaat pertumbuhan ini bisa dirasakan di semua negara, tidak hanya negara anggota G20," ujar Perdana Menteri Australia Tony Abbott.

Kepala Bank Dunia Jim Young Kim menyatakan perlunya pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih inklusif untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.

Hal senada juga disampaikan Kepala Eksekutif Oxfam Winnie Byanyima. Menurutnya, pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan ekonomi yang disertai perbaikan kehidupan keluarga miskin dan mengurangi ketidaksetaraan sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya menguntungkan orang kaya.

" Kami menyambut baik komitmen G-20 ini untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.

Sebelumnya, pada pertemuan Sabtu lalu, Obama mengakui kondisi perekonomian AS yang tidak mampu berperan besar bagi pertumbuhan perekonomian dunia. Di AS, kini tengah mengalami tingkat pengangguran terendah sejak Juli 2008. Begitu pun dengan Eropa dan Jepang yang tengah mengalami ketidakstabilan ekonomi.

Kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker menyebutkan perlunya agenda reformasi dengan paket investasi sekitar 300 miliar Euro untuk mendorong pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pertumbuhan dunia kini tengah mengalami perlambatan di Eropa, Jepang, dan negara-negara berkembang. Untuk itu, proyeksi pertumbuhan dunia itu pun dipangkas dari 3,4% menjadi 3,3% karena adanya ketetgangan geopolitik dan volatilitas di pasar keuangan.

" Saya menyambut baik inisiatif negara-negara G20 untuk menggenjot PDB mereka setidaknya 2,1% pada tahun 2018," ujar Ketua IMF Christine Lagarde.

Para pemimpin negara G20 ini juga berkomitmen untuk memperkuat lembaga keuangan, melindungi pembayar pajak dari pemberian dana talangan kepada bank gagal.

" Reformasi ini penting guna menciptakan sistem keuangan global yang jauh lebih tanggu pada saat menghadapi krisis," tulis deklarasi KTT G20 tersebut. (Ism)

Beri Komentar