Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia mengawali perdagangan di zona positif usai pemerintah memutuskan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan juga didorong aksi beli investor asing.
Penguatan indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) melaju di tengah kondisi regional yang minim sentimen. Dari Amerika Serikat, bursa Wall Street bergerak flat ditengah kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global.
Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 18 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat 23,16 poin (0,46%) ke level 5.077.10.
Laju positif IHSG masih berlanjut di sesi pembukaan usai indeks kembali menanjak 26,87 poin (0,53%) ke level 5.080,82.
Kenaikan di awal perdagangan ini dipicu menguatnya harga saham dari 34 emiten, sementara 9 lainnya mulai mengalami tekanan.
Pemodal cukup atraktif melakukan aksi jual beli saham di awal sesi ini. Sebanyak 86.345 lembar saham telah ditransaksikan dengan dana bergulir hingga Rp 34,24 miliar.
Pemodal asing juga mengawali sesi perdagangan dengan melakukan aksi beli dan mencetak nett buy Rp 8,98 miliar. Hingga 10 menit perdagangan, asing bahkan sudah mencetak nett buy hingga Rp 26 miliar.
Kecuali saham prooperti yang melemah, 0,03%, seluruh indeks saham kali ini dibuka di zona hijau. Penguatan tertinggi dialami emiten infrastruktur dan keuangan yang naik 0,71 persen dan 0,73 persen.
Menguatnya IHSG tak pelak membuat dua indeks saham syariah di BEI terlecut masuk zona hijau.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat 0,61 poin (0,38%) ke level 162,86 di sesi pra pembukaan.
Di sesi ini, sebanyak 27 emiten sudah beranjak ke zona hijau dan 7 lainnya melemah. Transaksi perdagangan melibatkan 72.056 lembara saham dengan nilai Rp 20,76 miliar
Laju positif ISSI kembali berlanjut di sesi pembukaan dengan kenaikan 0,70 poin (0,44%) ke level 162,96.
Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechip syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka naik 3,55 poin (0,53%) ke level 672,06.
JII terus menguat di sesi pembukaan dengan naik 3,83 poin (0,57%) ke level 672,34.
Untuk diketahui, seluruh indeks saham utama di Asia mengawali perdagangan di zona hijau. Namun bursa saham China kini justru bergerak melemah dimana indeks Shanghai Composite turun 0,3 persen dan Hang Seng 0,17 persen.
Sementara itu, Nikkei masih bergerak menguat 1,71 persen
Menguatnya indeks bursa saham Indonesia ikut menjadi pemicu positif bagi laju nilai tukar rupiah. Kurs rupiah terhadap dolar AS yang dibuka melemah kini berbalik menguat 43 poin (0,35%) menjadi 12.137 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya