Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Lagi-lagi aksi jual jelang penutupan perdagangan memangkas laju kenaikan indeks saham Bursa Efek Indonesia. Meski ditutup menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis.
Motor utama pergerakan bursa saham Indonesia di awal pekan ini berasal dari aksi beli investor lokal. Asing tiba-tiba mencatat nett buy Rp 439 miliar.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 17 November 2014, IHSG kembali menanjak 4,45 poin (0,09%) ke level 5.053,94.
Mengawali perdagangan di zona merah karena melemah 12,18 poin (0,24%), IHSG sebetulnya sempat menguat signifikan di level 5.073,76. Sayang, aksi jual investor jelang penutupan membuyarkan kenaikan tinggi IHSG.
Pasar modal Indonesia relatif sepi transaksi perdagangan. Dana yang berputar di BEI hanya mencetak angka Rp 4,43 triliun dari 41,89 juta saham yang berpindahtangan.
Penguatan IHSG awal pekan ini telah membuat 162 emiten bertengger di zona hijau. Sementara 149 lainnya mencetak koreksi dan 88 sisanya stagnan.
Investor kali ini memburu saham-saham di sektor barang konsumsi yang memimpin penguatan usai naik 1,08 persen. Diikuti emiten pertanian 0,89 persen dan pertambangan 0,59 persen.
Sebaliknya, emiten perdagangan terus dilanda aksi jual dan memimpin pelemahan usai turun 0,69 persen. Diikuti industri aneka 0,48 persen dan keuangan 0,23 persen.
Penurunan tajam jelang penutupan juga melanda dua indeks saham syariah di lantai bursa Indonesia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) awal pekan ini ditutup menguat 0,59 poin (0,37%) ke level 162,25. Kenaikan ini dipicu penguatan harga saham dari 114 emiten syariah.
Sama dengan IHSG, indeks ISSI juga mengawali perdagangan di zona merah. Sempat melemah ke level terendah 160,99, ISSI menyentuh posisi tertinggi di 162,73 sebelum turun kembali jelang penutupan perdagangan.
Pemodal mentransaksikan tak kurang dari 32,84 juta saham dengan dana berputar hingga Rp 3,37 triliun.
Di jajaran saham bluechips syariah, sebanyak 20 emiten mampu menahan laju penurunan Jakarta Islamic Index (JII) jelang penutupan.
Indeks JII sore ini ditutup menguat 2,67 poin (0,4%) ke level 668,51. Aksi jual beli melanda pada 5,8 juta saham dengan nilai Rp 1,69 triliun.
Berbaliknya indeks saham acuan ke zona hijau berbanding terbalik dengan kondisi di kawasan regional. Indeks Nikkei dan Hang Seng yang dibuka menguat justru tekoreksi masing-masing 2,41 persen dan 1,21 persen.
Sementara dari pasar keuangan, rupiah kembali menguat mesti dalam kisaran tipis. Kurs rupiah sore ini menguat 10 poin (0,08%) ke lebel 12.190 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya