Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Melemah, Indeks Syariah Konsolidasi Dahulu

Reporter : Syahid Latif
Senin, 17 November 2014 09:22
Dibuka Melemah, Indeks Syariah Konsolidasi Dahulu
Sentimen negatif dari kawasan regional ikut membuat indeks saham BEI bergerak kurang bergairah.

Dream - Bursa saham Indonesia tengah melakukan konsolidasi setelah kembali memulai awal pekan di zona negatif. Sentimen yang tak terlalu baik dari regional ikut membuat pelaku pasar menahan diri berbelanja.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 17 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah 12,18 poin (0,24%) ke level 5.037,30.

Di sesi pembukaan, laju IHSG masih belum kuat naik ke zona hijau. IHSG kembali turun 11,19 poin (0,22%) ke level 5.038,29

Sebanyak 17 emiten menyeret IHSG masuk teritori negatif. Penguatan yang dialami 11 emiten lainnya belum cukup mengajak IHSG beranjak ke zona hijau.

Di awal perdagangan, transaksi perdagangan mencapai Rp 18,15 miliar dari peprindahantangan 42.530 saham.

Pemodal asing kembali melakukan aksi jual saham namun dengan nilai yang relatif kecil. Asing mencatat nett sell sekitar Rp 519 juta.

Indeks saham komoditas khusus tambang yang kemarin melemah kini justru dilanda aksi beli. Emiten tambang bergerak menguat 0,37 persen begitu pula pertanian 0,13 persen.

Sementara emiten industri aneka memimpin laju pelemahan dengan turun 0,54 persen, diikuti infrastruktur 0,16% dan manufaktur 0,09 persen.

Aksi kosolidasi dan sentimen negatif Asia juga membuat dua indeks saham syariah di BEI tak mampu unjuk gigi.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turut melemah 0,61 poin (0,38%) ke level 161,03 di sesi pra pembukaan. Kondisi tak berbeda di sesi pembukaan usai ISSI masih turun 0,57 poin (0,36%) ke level 161,07

Di jajaran perusahaan penghuni ISSI, sebanyak 12 emiten syariah bergerak melemah sementara 8 lainnya masih bisa menghijau

Transaksi pagi ini melibatkan 35.547 saham dengan perputaran uang mencapai Rp 10,76 miliar.

Jakarta Islamic Indec (JII) juga tak bisa berbuat banyak di tengah sentimen negatif pasar. Indeks saham bluechips syariah ini dibuka melemah 3,73 poin (0,56%) ke level 662,10 di sesi pra pembukaan.

Pelemahan masih berlanjut di sesi pembukaan ketika JII makin melemah 3,37 poin (0,51%) ke level 662,46.

Sebagai informasi, laju indeks saham utama di kawasan Asia bergerak variatif di awal perdagangan. Namun tren pelemahan kini justru tengah melanda pelaku pasar.

Indeks Hang Seng yang dibuka menguat kini justru terkoreksi 0,14 persen. Sementar Nikkei Jepang masih belum beranjak dari sesi merah sejak sesi pembukaan. Nikkei saat ini masih terkoreksi 1,46 persen.

Hanya indeks Shanghai Comoste yang bergerak menguat dengan kenaikan tipis 0,07 persen.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah masih berharap bisa membawa angin segar bagi pasar modal Indonesia. Rupiah pagi ini bergerak menguat 30 poin (0,25%) menjadi 12.170 per dolar AS. Rupiah mengawali perdagangan dengan depresiasi di level 12.200 per dolar AS.

Beri Komentar