Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Bursa saham Indonesia tengah melakukan konsolidasi setelah kembali memulai awal pekan di zona negatif. Sentimen yang tak terlalu baik dari regional ikut membuat pelaku pasar menahan diri berbelanja.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 17 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah 12,18 poin (0,24%) ke level 5.037,30.
Di sesi pembukaan, laju IHSG masih belum kuat naik ke zona hijau. IHSG kembali turun 11,19 poin (0,22%) ke level 5.038,29
Sebanyak 17 emiten menyeret IHSG masuk teritori negatif. Penguatan yang dialami 11 emiten lainnya belum cukup mengajak IHSG beranjak ke zona hijau.
Di awal perdagangan, transaksi perdagangan mencapai Rp 18,15 miliar dari peprindahantangan 42.530 saham.
Pemodal asing kembali melakukan aksi jual saham namun dengan nilai yang relatif kecil. Asing mencatat nett sell sekitar Rp 519 juta.
Indeks saham komoditas khusus tambang yang kemarin melemah kini justru dilanda aksi beli. Emiten tambang bergerak menguat 0,37 persen begitu pula pertanian 0,13 persen.
Sementara emiten industri aneka memimpin laju pelemahan dengan turun 0,54 persen, diikuti infrastruktur 0,16% dan manufaktur 0,09 persen.
Aksi kosolidasi dan sentimen negatif Asia juga membuat dua indeks saham syariah di BEI tak mampu unjuk gigi.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turut melemah 0,61 poin (0,38%) ke level 161,03 di sesi pra pembukaan. Kondisi tak berbeda di sesi pembukaan usai ISSI masih turun 0,57 poin (0,36%) ke level 161,07
Di jajaran perusahaan penghuni ISSI, sebanyak 12 emiten syariah bergerak melemah sementara 8 lainnya masih bisa menghijau
Transaksi pagi ini melibatkan 35.547 saham dengan perputaran uang mencapai Rp 10,76 miliar.
Jakarta Islamic Indec (JII) juga tak bisa berbuat banyak di tengah sentimen negatif pasar. Indeks saham bluechips syariah ini dibuka melemah 3,73 poin (0,56%) ke level 662,10 di sesi pra pembukaan.
Pelemahan masih berlanjut di sesi pembukaan ketika JII makin melemah 3,37 poin (0,51%) ke level 662,46.
Sebagai informasi, laju indeks saham utama di kawasan Asia bergerak variatif di awal perdagangan. Namun tren pelemahan kini justru tengah melanda pelaku pasar.
Indeks Hang Seng yang dibuka menguat kini justru terkoreksi 0,14 persen. Sementar Nikkei Jepang masih belum beranjak dari sesi merah sejak sesi pembukaan. Nikkei saat ini masih terkoreksi 1,46 persen.
Hanya indeks Shanghai Comoste yang bergerak menguat dengan kenaikan tipis 0,07 persen.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah masih berharap bisa membawa angin segar bagi pasar modal Indonesia. Rupiah pagi ini bergerak menguat 30 poin (0,25%) menjadi 12.170 per dolar AS. Rupiah mengawali perdagangan dengan depresiasi di level 12.200 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya