Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dua Indeks Syariah Berbeda Nasib di Penutupan Akhir Pekan

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 14 November 2014 16:28
Dua Indeks Syariah Berbeda Nasib di Penutupan Akhir Pekan
IHSG menutup perdagangan di zona positif setelah adanya aksi beli jelang penutupan perdagangan

Dream - Pasar modal Indonesia akhirnya menutup perdagangan jelang akhir pekan di zona hijau. Aksi belanja investor jelang penutupan perdagangan membawa indeks saham acuan terungkit ke teritori positif.

Berbeda dengan empat hari sebelumnya, investor asing yang memang mulai mengurangi aksi belinya kini membukukan nett sell sekitar Rp 229,89 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 14 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,82 poin (0,02%) ke level 5.049,48.

Penguatan IHSG kali ini mengekor laju bursa saham regional yang berbalik menguat di sesi penutupan. Indeks Nikkei Jepang tercatat menguat 0,56 persen, Hang Seng 0,28 persen, dan Strait Times Rp 0,32 persen.

Mengawali perdagangan dengan melemah 1,03 poin (0,02%), IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.068,07. Namun aksi jual investor juga sempat memaksa indeks jatuh ke posisi terendah di level 5.035,46.

Pelaku pasar kali ini mentransaksikan 50,59 juta saham dengan kekuatan dana hingga Rp 4,66 triliun.

Aksi jual beli ini menyebabkan 133 emiten bergerak menguat sementara 156 lainnya terpaksa mendekam di zona merah.

Emiten komoditas masih belum bisa beranjak dari teritori negatif dimana saham tambang melemah 0,74 persen dan pertanian 0,26 persen. Namun pelemahan tertinggi dialami emiten perdagangan yang terkoreksi 0,81 persen.

Penguatan IHSG jelang penutupan perdagangan sayangnya tak dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Kondisi berbeda justru dialami Jakarta Islamic Index (JII) yang bisa menutup perdagangan di zona hijau.

Menguatnya harga saham dari 81 emiten syariah ternyata cukup menahan laju ISSI di zona merah. Sebaliknya pelemahan 99 emiten syariah cukup membuat ISSI ditutup melemah 0,07 poin (0,04%) di level 161,65.

Padahal di sesi pra pembukaan, indeks ISSI sempat mengawali perdagangan dengan menguat 0,04 poin (0,03%). Fluktuasinya perdagangan saham juga sempat membuat ISSI menyentuh level tertinggi di 162,34.

Sebaliknya, saham-saham bluechips syariah di sektor industri dasar mampu mengangkat JII ke zona hijau jelang sesi penutupan.

JII sore ini ditutup menguat 0,13 poin (0,02%) ke level 665,83. Pelemahan harga saham yang dialami 15 emiten unggulan syariah tak cukup menyeret JII ke zona merah.

Pelaku pasar jelang akhir pekan ini berbondong-bondong melepas saham-saham komoditas khususnya tambang. Transaksi jual beli seluruh saham bluechips syariah mencapai 4,22 juta saham senilai Rp 1,5 triliun.

Emiten bluechip syariah pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) dihuni oleh SMGR yang menguat Rp 375. Diikuti INTP Rp 275, UNTR Rp 200, dan ASII Rp 75 per saham.

Sementara emiten tambang menghiasi daftar top losser dipimpin oleh ITMG yang turun Rp 550, AALI Rp 400, PTBA Rp 375 per saham. (Ism)

Beri Komentar