Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pasar modal Indonesia akhirnya menutup perdagangan jelang akhir pekan di zona hijau. Aksi belanja investor jelang penutupan perdagangan membawa indeks saham acuan terungkit ke teritori positif.
Berbeda dengan empat hari sebelumnya, investor asing yang memang mulai mengurangi aksi belinya kini membukukan nett sell sekitar Rp 229,89 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 14 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,82 poin (0,02%) ke level 5.049,48.
Penguatan IHSG kali ini mengekor laju bursa saham regional yang berbalik menguat di sesi penutupan. Indeks Nikkei Jepang tercatat menguat 0,56 persen, Hang Seng 0,28 persen, dan Strait Times Rp 0,32 persen.
Mengawali perdagangan dengan melemah 1,03 poin (0,02%), IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.068,07. Namun aksi jual investor juga sempat memaksa indeks jatuh ke posisi terendah di level 5.035,46.
Pelaku pasar kali ini mentransaksikan 50,59 juta saham dengan kekuatan dana hingga Rp 4,66 triliun.
Aksi jual beli ini menyebabkan 133 emiten bergerak menguat sementara 156 lainnya terpaksa mendekam di zona merah.
Emiten komoditas masih belum bisa beranjak dari teritori negatif dimana saham tambang melemah 0,74 persen dan pertanian 0,26 persen. Namun pelemahan tertinggi dialami emiten perdagangan yang terkoreksi 0,81 persen.
Penguatan IHSG jelang penutupan perdagangan sayangnya tak dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Kondisi berbeda justru dialami Jakarta Islamic Index (JII) yang bisa menutup perdagangan di zona hijau.
Menguatnya harga saham dari 81 emiten syariah ternyata cukup menahan laju ISSI di zona merah. Sebaliknya pelemahan 99 emiten syariah cukup membuat ISSI ditutup melemah 0,07 poin (0,04%) di level 161,65.
Padahal di sesi pra pembukaan, indeks ISSI sempat mengawali perdagangan dengan menguat 0,04 poin (0,03%). Fluktuasinya perdagangan saham juga sempat membuat ISSI menyentuh level tertinggi di 162,34.
Sebaliknya, saham-saham bluechips syariah di sektor industri dasar mampu mengangkat JII ke zona hijau jelang sesi penutupan.
JII sore ini ditutup menguat 0,13 poin (0,02%) ke level 665,83. Pelemahan harga saham yang dialami 15 emiten unggulan syariah tak cukup menyeret JII ke zona merah.
Pelaku pasar jelang akhir pekan ini berbondong-bondong melepas saham-saham komoditas khususnya tambang. Transaksi jual beli seluruh saham bluechips syariah mencapai 4,22 juta saham senilai Rp 1,5 triliun.
Emiten bluechip syariah pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) dihuni oleh SMGR yang menguat Rp 375. Diikuti INTP Rp 275, UNTR Rp 200, dan ASII Rp 75 per saham.
Sementara emiten tambang menghiasi daftar top losser dipimpin oleh ITMG yang turun Rp 550, AALI Rp 400, PTBA Rp 375 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya