Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Menguat, Indeks Syariah Bergerak Liar di Awal Sesi

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 14 November 2014 09:23
Dibuka Menguat, Indeks Syariah Bergerak Liar di Awal Sesi
Indeks syariah mengawali perdagangan di zona hijau dikala IHSG kembali melemah. Di awal perdagangan, laju indeks saham bergerak fluktuatif.

Dream - Bursa saham Indonesia kembali bergerak fluktuatif di awal sesi pembukaan perdagangan. Sentimen negatif pelemahan bursa saham regional membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan sejumlah indeks saham acuan lainnya kembali dibuka melemah.

Sebaliknya, indeks saham syariah yang kemarin ditutup menguat sempat mengawali perdagangan di zona hijau. Munculnya tekanan jual akhirnya memaksa indeks syariah ikut terpeleset ke zona merah.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 14 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah 1,03 persen (0,02%) ke level 5.047,63

Laju pelemahan IHSG terus berlanjut di sesi pembukaan ketika indeks kembali turun 1,05 poin (0,02%) ke lebel 5.047,61.

Namun fluktuasinya perdagangan saham memang sempat membuat IHSG menembus zona hijau usai menguat 0,05 poin.

Di awal perdagangan, sebanyak 13 emiten bergerak menguat dan 20 lainnya melemah. Transaksi perdagangan saham awal sesi ini mencapai Rp 22,08 miliar dari aksi jual beli terhadap 52.721 saham.

Pemodal asing memulai perdagangan dengan mencetak nett buy tipis Rp 346 juta. Aksi belanja bahkan terus berlanjut usai 5 menit waktu perdagangan.

Indeks sektor saham bergerak variatif di awal perdagangan ini. Saham-saham di sektor perdagangan masih terus dilanda tekanan. Begitu pula dengan saham aneka industri dan barang konsumsi.

Di jajaran saham-saham syariah, dua indeks saham acuan sempat melanjutkan penguatan di awal perdagangan ini. Namun, tekanan jual membuat kedua indeks syariah ikut longsor ke zona merah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini menguat tipis 0,04 poin (0,03%) ke level 161,77.

Penguatan ini dipicu kenaikan harga saham dari 11 emiten menguat sementara 14 lainnya mencoba menggiring ISSI masuk zona merah.

Pelaku pasar telah mentransaksikan tak kurang dari 43.766 saham syariah dengan perputaran uang menembus Rp 13,55 miliar.

Sayang, penguatan ISSI ini tak bertahan lama. Beberapa detik dari sesi pembukaan, indeks saham berisi lebih dari 300 emiten syariah ini longsor ke zona merah.

Kondisi yang sama dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index yang dibuka naik tipis 0,37 poin (0.06%) ke level 666.07 sempat menguat kembali di sesi pembukaan.

Namun penguatan di awal perdagangan kali ini cenderung minim karena ISSI hanya menguat 0,002 poin (0%) ke level 161,72. Indeks JII pun akhirnya harus ikut turun ke zona merah.

Dari kawasan regional, seluruh Indeks saham utama Asia bergerak melemah. Meski sebagian dibuka di zona hijau, namun posisi indeks masih terus berfluktuasi. INdeks Nikkei dan Shanghai Composite saat ini tercatat melemah 0,26 persen dan 0,61 persen.

Sementara Hang Seng dan Strait Times telah menembus zona hijau dengan menguat 0,05 persen dan 0,28 persen.

Dari pasar keuangan, rupiah tampaknya masih belum mampu keluar dari level 12 ribu. Meski terapresiasi 11 poin (0,09%), rupiah masih bertengger di level 12.189 per dolar AS.

Beri Komentar