Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Saat Presentasi Di Forum APEC, Beijing, Tiongkok
Dream - Sebanyak 35 perusahaan asal Amerika Serikat tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Diperkirakan total investasi ke-35 perusahaan itu mencapai US$ 61 miliar atau sekitar Rp 700 triliun dalam lima tahun ke depan. Sejak tahun 2004 hingga 2012 ke-35 perusahaan ini telah menginvestasikan dananya dengantotal US$ 65 miliar.
Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan Paramadina Public Policy Institute, the American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Kamar Dagang Indonesia dan Industri (Kadin Indonesia) yang dikutip dari
indonesia-investments.com, Jumat, 14 November 2014.
Dalam survei tersebut, ada empat tantangan utama yang dihadapi calon investor dalam menanamkan investasinya di Indonesia, yaitu kurangnya konsultasi publik, sulitnya pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur, naiknya upah minimum, dan sulitnya proses perizinan.
Untuk itu, dalam survei tersebut diberikan rekomendasi guna meningkatkan nilai investasi di Indonesia. Beberapa rekomendasi yaitu peningkatan komunikasi antara pemerintah dengan pemangku kepentingan bisnis, komitmen pemerintah untuk menghormati kontrak yang telah disepakati, menegakkan kepastian hukum, dan mempercepat prosedur perizinan.
Direktur Pelaksana AmCham Indonesia, Andrew White, optimistis dengan kabinet baru Indonesia yang akan lebih terbuka terhadap investor asing. Menurut White, beberapa perusahaan yang tertarik kembali menanamkan investasinya di Indonesia antara lain bergerak di bidang teknologi informasi, barang konsumsi, kesehatan, pertanian, dan keuanagan.
Untuk sektor minyak dan gas diperkirakan investasi yang akan ditanamkan sebesar US$ 10 miliar, kesehatan US$ 30 miliar, pertanian, barang konsumsi, keuangan, dan teknoloigi informasi sebesar US$ 30 miliar. Namun, jika pemerintah mampu memperbaiki iklim investasi, maka diperkirakan jumlah tersebut akan meningkat.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) Himawan Hariyoga mengatakan Indonesia membutuhkan investasi yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan infrastruktur, mengembangkan industri kecil menengah dan ramah lingkungan, serta mengurangi kesenjangan antara wilayah barat dan timur Indonesia.
Investasi asing ini diharapkan dapat menggenjot pertumbuhan guna mencapai target pertumbuhan pemerintahan Joko Widodo yaitu 7%. Sejak 2011, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat, dan pada kuartal III tahun 2014, pertumbuhan ini justru mengalami realisasi terendah dalam 5 tahun terakhir.
Untuk meningkatkan investasi ini, Joko Widodo telah menyampaikan beberapa langkah seperti memperbaiki prosedur perizinan sehingga bisa lebih cepat dan menyelesaikan hambatan dalam pembangunan, seperti korupsi, minimnya kuantitas dan kualitas infrastruktur, pemerintahan dan birokrasi yang lemah. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya