Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Al Ola, Situs Bersejarah Di Arab Saudi Yang Akan Dipercantik Oleh Raja Salman Bin Abdulaziz. (Foto: Arabian Business)
Dream – Arab Saudi benar-benar menunjukan tekadnya untuk melepas ketergantungan dari minyak bumi. Sejak tahun lalu, negara kerajaan ini mulai mengembangkan rencana diversifikasi pendapatan negara saah satunya lewat pariwisata.
Dilansir dari Arabian Business, Senin 7 Agustus 2017, Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz, membentuk komisi renovasi dua situs bersejarah utama di Arab Saudi, Al-Ola dan Diriyah Gate.
Dua area ini diyakini bisa menyedot minat turis domestik dan turis asing untuk berkunjung. Al Ola dan Diriyah Gate punya magnet di bidang aspek sejarah, arsitektur, dan budaya.
Komisi ini sejalan dengan Rencana Visi Kerajaan 2030. Salah satu isi rencana ini adalah menarik satu juta turis per tahun. Caranya dengan memberikan ruang untuk infrastruktur untuk menumbuhkan industri wisata.
Kota Al Ola ini awalnya didirikan pada abad ke-6. Di sana, ada situs Warisan Dunia UNESCO, yaitu Mada’in Saleh yang dibangun 2 ribu tahun yang lalu oleh Kerjaan Nabatean. Kerajaan ini yang mengukir situs Petra di Yordania.

Diriyah Gate juga merupakan situs Warisan Dunmia UNESCO di distrik Turaif. Renovasi di dunia tempat ini akan meningkatkan nilai tambah dan menonjolkan warisan Arab Saudi. Fasilitas untuk turis pun dibangun di area masuk untuk menarik minat pelancong.
Tempat bersejarah ini berada di kota kecil di Diriyah yang jaraknya 20 km dari Riyadh. Dikabarkan kota ini merupakan pusat pemerintahan pertama di Dinasti Kerajaan Saudi pada pertengahan 1700-1800 awal. Banyak arsitektur dari Najdi yang ditemukan pada abad itu.

Komisi renovasi dua situs bersejarah ini akan dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Tak disebutkan dana yang diperlukan untuk merenovasi dua situs bersejarah ini.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam