Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pendiri Microsoft, Bill Gates. (Foto: Shutterstock)
Dream – Layaknya padi, semakin berisi semakin merunduk. Itu bisa menjadi peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kerendahan hati miliarder asal Seattle, Bill Gates.
Dilansir dari Mirror, Minggu 7 Agustus 2017, pria ini lebih menyukai mengenakan barang-barang dengan harga yang murah daripada barang-barang mewah.
Gates lebih suka mengenakan jam tangan Casio dengan harga 8 poundsterling (Rp140 ribu) dan menyantap makanan cepat saji seperti burger McDonald dan Burger King.
Padahal, menurut data Bloomberg Billionaire Index per 4 Agustus 2017, asset Gates mencapai US$90,7 miliar (Rp1.207,37 triliun).
“ Saya ini penggemar berat makanan Amerika, yaitu burgernya McDonald dan Burger King,” kata pendiri Microsoft.
Bahkan, dia melarang ketiga anaknya, Jeniffer, Rory, dan Phoebe, untuk memiliki telepon seluler hingga berusia 14 tahun. Juga melarang anak-anaknya memegang piranti elektronik dari makan malam hingga jam tidur.
Pria ini mendorong anak-anaknya supaya bisa bersosialiasi dengan teman-temannya.
“ Anda masih bisa melakukan aktivitas yang lebih baik, seperti mengerjakan PR dan bermain bersama teman-teman. Kami melarang penggunaan smartphone ketika makan dan tidak memberikannya sampai usia mereka 14 tahun. Meski mereka protes karena teman-temannya mendapatkan ponsel terlebih dahulu,” kata Gates.
Selain punya gaya hidup sederhana, Gates juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama manusia. Menjadi seorang miliarder tak lantas membuatnya kikir. Suami dari Melinda Gates ini justru membangun sebuah yayasan yang bernama Bill and Gates Foundation pada tahun 2000.
Yayasan ini memberikan donasi ke seluruh dunia. Langkah Gates ini menginspirasi pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, untuk berbuat serupa: membuat yayasan amal.
Setelah tak jadi pemimpin Microsoft, Gates mendedikasikan dirinya untuk yayasan amal. Anak-anak menjadi perhatian terbesar yayasan amal yang dibangun pria ini, misalnya memberikan bantuan vaksin untuk anak-anak di negara-negara miskin.
Gates pun membeberkan kunci kebahagiaan dalam hidupnya. Dia mengatakan uang yang bergelimang tak memberikan kebahagiaan. Yang membuatnya merasa bersyukur adalah istri dan anak-anaknya.
“ Memiliki uang tak memberikan Anda semua jawaban,” kata Gates. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya