Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Www.halalscience.org)
Dream - Potensi wisata syariah yang mulai menggeliat, turut dilirik pemerintah Thailand tiga tahun terakhir. Melalui Kementerian Pariwisata Thailand, mereka mengaku siap dalam menyambut wisatawan Muslim yang datang ke negara Gajah Putih itu.
Pihak pemerintah Thailand sangat menyadari kebutuhan wisatawan Muslim yang memiliki kebutuhan khusus saat berkunjung ke negaranya. Kehalalan suatu makanan dan kenyamanan dalam beribadah menjadi prioritas mereka saat berada di negara yang baru dikunjungi.
" Kami siap menyambut kedatangan wisatawan Muslim yaitu dengan mengeluarkan sertifikasi halal. Tidak hanya itu, kami juga sudah ada aplikasi di smartphone '
Tiga titik yang menjadi perhatian pemerintah Thailand saat ini, yaitu usaha di bidang kuliner dan hotel halal serta tujuan wisata yang lebih diarahkan ke masjid-masjid yang ada di sana.
Dari ketiganya, kuliner menjadi fokus dari wisata halal yang gencar pemerintah lakukan. Sehingga mereka sangat memikirkan makanan-makanan yang sesuai dengan lidah orang dari Indonesia. Tidak sekadar halal, tapi makanan juga dipastikan bercita rasa yang lezat dan sesuai dengan selera wisatawan.
" Sepuluh tahun kami menyiapkan wisata yang dijamin kehalalannya, dan baru sekarang kami benar-benar siap menjalankan. Sangat tidak mudah memberi label halal pada suatu makanan," lanjut Indra pada Jumat, 25 September 2015.
Menjual makanan halal membutuhkan proses yang panjang dan rumit. Perlu diperhatikan ketelitian dari proses awal pendistribusian logistik, pemotongan hewan hingga proses memasaknya.
" Bukan sekadar nggak jualan alkohol ya, tapi kita harus pastikan saat pengiriman nggak tercampur dengan yang lainnya. Beda dengan di Indonesia yang sudah pasti aman," imbuh Indra saat ditemui di kawasan Senayan.
Dalam memastikan kehalalan makanan yang mereka sajikan, pemerintah Thailand membentuk lembaga yang berkompetensi untuk mengeluarkan sertifikat halal. Lembaga tersebut pun diawasi sangat ketat agar tidak sampai melakukan kesalahan.
Hingga saat ini, beberapa tempat yang sudah siap menyajikan makanan halal diantaranya adalah area pasar Chatuchak. Dua restoran yang menyajikan makanan halal yaitu Hawa Pochana dan Saman Islamic Food.
Selain itu ada pula di area Dusit, Pratunam, Ram Kham Haeng-suan Luang-Rama9. Beberapa makanan yang direkomendasikan berupa Tom Yum Kung, Miang Pla Thu, Pho dan Kaproi Kai.
" Wisatawan bisa memesan Kai Tiu yaitu telur dadar ala Thailand, Som Yam atau biasa kita sebut rujak sayur. Ada juga Tod Man Pia sejenis perkedel ikan dan aneka sayur yang diracik dalam tom yum," pungkas Indra.
(Ism, Laporan: Ratih Wulan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya