Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Telegram, Pavel Durov. (Foto: Business Insider)
Dream – Pemblokiran aplikasi Telegram oleh pemerintah mengundang reaksi dari CEO Telegram, Pavel Durov. Pebisnis dari Rusia itu kecewa sekaligsu kaget dengan penutupan aplikasi ini.
Dilansir dari channel resmi Durov, aplikasi tersebut punya jutaan pengguna di Indonesia. Kabar penutupan aplikasi ini membuat dia berkecil hati.
“ Saya kecewa ketika mendengar Kementerian Komunikasi dan Informasi yang mengatakan akan memblokir Telegram di Indonesia,” tulis pria ini.
Dikatakan pula timnya tidak mampu merespons cepat ketika mendapat e-mail dari kementerian yang berisi daftar channel umum yang berisi konten yang berhubungan dengan terorisme. Durov juga mengakui tidak begitu menaruh perhatian terhadap permintaan pemerintah Indonesia.
“ Sayangnya, saya tidak perhatian dengan permintaan ini yang membuat miskomunikasi dengan kementerian,” kata dia.
Durov menawarkan tiga langkah solusi untuk pemerintah. Yang pertama, Telegram telah menutup semua saluran publik yang terkait dengan terorisme yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi.
Kedua, Durov telah mengirim pesan kepada kementerian ini untuk membentuk saluran komunikasi langsung. Saluran ini bertujuan untuk membuat Telegram bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan menghalangi propaganda teroris di masa depan.
“ Ketiga, kami membentuk tim moderator yang berdedikasi dengan pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia untuk dapat memproses laporan konten yang berhubungan dengan teroris lebih cepat dan akurat,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya