Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Joko Widodo.
Beberapa hari yang lalu, pemerintah memblokir Instagram.
Dream – Presiden Joko Widodo turut bicara tentang penutupan aplikasi Telegram. Pemerintah menutup Telegram karena aplikasi ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan terorisme.
“Pemerintah, kan, sudah mengamati lama dan negara ini mementingkan keamanan negara, keamanan masyarakat. Oleh sebab itu, keputusan itu dilakukan,” kata Jokowi di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Senin 17 Juli 2017.
Jokowi mengatakan pemerintah mendeteksi ada ribuan aktivitas komunikasi antar negara dalam aplikasi tersebut mengarah kepada aktivitas terorisme. Dia mengatakan masih ada ribuan akun yang lolos meskipun akun-akun yang berkaitan dengan terorisme sudah ditutup Telegram.
Mantan walikota Solo ini berkata kerja sama antara pemerintah—dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika—dengan perusahaan aplikasi media sosial dan layanan pesan instan, telah dilakukan untuk memberantas akun-akun terorisme. Untuk itu, pemblokiran Telegram tak diikuti dengan penutupan akun media sosial yang lain.
“Tidak (ada pemblokiran media sosial lainnya). Tidak,” kata dia.
Jokowi mengatakan masih banyak aplikasi lain yang masih bisa digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi. “Kami lihat banyak aplikasi-aplikasi yang lain yang bisa digunakan,” kata dia.(Sah)