Jokowi: 'Bergesekan Dikit Nggak Apa-apa, Namanya Juga Hidup'

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 14 Juli 2017 17:02
Jokowi: 'Bergesekan Dikit Nggak Apa-apa, Namanya Juga Hidup'
Jokowi ingin ulama menuntun umat Islam menjaga kerukunan.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap mendapat pujian dari sejumlah kepala negara dunia karena Indonesia mampu merawat kerukunan umat beragama di tengah luasnya wilayah yang dimiliki.

Menurut Jokowi, Indonesia kerap menjadi rujukan bagi toleransi beragama di negara-negara lain. Tak dipungkiri presiden, gesekan di kalangan masyarakat beberapa bulan terakhir memang ada namun itu menjadi bagian perjalanan berbangsa.

“ Jadi kalau ada beragamnya seperti itu kalau ada gesekan dikit-dikit ya nggak apa-apalah. Namanya orang hidup. Kalau lurus-lurus kan enggak menarik. Bergesekan tapi dikit-dikit, (tapi) jangan sampai melebar ke mana-mana,” ucap Jokowi, dikutip Dream dari , Jumat, 14 Jumat 2017.

Ucapan Jokowi itu bukan tanpa alasan. Sebab, keberagaman Indonesia bisa saja dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“ Karena sudah menjadi kodrat bangsa Indonesia untuk selalu ditantang dalam mengelola keberagaman ini, dalam mengelola kemajemukan kita, dalam mengelola kebhinekaan kita,” kata dia.

Dihadapan para ulama yang hadir dalam Halaqah Nasional Alim Ulama Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Jokowi meminta para ulama untuk terus menggaungkan semangat kerukunan antarumat beragama. Sebab, Jokowi yakin, salah satu munculnya semangat persatuan dan keberagamaan Indonesia itu karena kemampuan umat mengelola kemajemukan.

“ Kita harus pegang komitmen kebangsaan kita. Tidak boleh lagi diantara kita ada yang mempunyai agenda lain, ada yang mempunyai agenda politik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan untuk meruntuhkan NKRI yang berbhineka Tunggal Ika,

Selain menyampaikan semangat kebangsaan, Jokowi juga mengajak umat Islam menggelar dzikir akbar atau istighosah di halaman Istana Negara, Jakarta untuk memperingatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Indonesia, Agustus nanti.

“ Formatnya seperti apa, dalam bentuk zikir akbar atau istighosah atau yang lainnya kami serahkan (kepada ulama). Tetapi, kami ingin acara besar itu ada di Istana, di depan Istana, di halaman Istana,” ucap Jokowi di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta.(Sah)

Beri Komentar