Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Saat ini, tenaga kerja yang ahli di bidang ekonomi syariah sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk menunjang perkembangan ekonomi Islam.
Dilansir dari situs Gulf News pada Jumat 15 April 2016, industri keuangan syariah tumbuh sebesar 15-20 persen per tahun. Setidaknya negara berkembang membutuhkan 50 ribu tenaga profesional ekonomi syariah dalam beberapa tahun untuk membuat sektor ini terus berkembang.
Pakar dari International Center for Education in Islamic Finace (INCEIF), Riyaz Malik, mengatakan, mencetak tenaga ahli di bidang ekonomi syariah merupakan tantangan tersendiri.
Di industri perbankan syariah, misalnya, seorang tenaga ahli dituntut untuk memiliki kemampuan membuat produk yang inovatif dan solusi keuangan berbasis syariah. Produk keuangan ini pun tidak hanya menyasar pada nasabah Muslim, tapi juga non-Muslim.
" Sangat penting bagi mereka untuk memiliki pengetahuan bagaimana cara memadupadankan prinsip ekonomi dan keuangan syariah serta punya kreativitas dan inovasi untuk memajukan industri ini," kata Riyaz.
Sekadar informasi, Dubai Islamic Economy Development Center memperkirakan ada 8 ribu ahli yang dibutuhkan di Dubai. Daerah ini sedang memerlukan banyak pakar untuk mendorong ekonomi syariah, seperti menyiapkan bank ekspor-impor Islam dan membuat regulasi keuangan halal.
Lalu, baru-baru ini, Bahrain Institue of Banking and Finance melakukan inisiasi dengan International Islamic Center for Reconciliation and Arbitration untuk meluncurkan sertifikasi program arbitrase Islam. Inisiasi ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan edukasi keuangan syariah. Di Uni Emirat Arab sendiri ada 9 universitas dan 30 lembaga kursus yang menawarkan program studi keuangan syariah.
Masalahnya, ujar CEO Finance Accreditation Agency, Amat Taap Manshor, lembaga-lembaga pendidikan itu tidak bisa melakukan. " Satu tantangan besar untuk mengembangkan sumber daya manusia di ekonomi syariah adalah menetapkan standar pendidikan dan pelatihan keuangan syariah," kata Manshor.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya