Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Terancam Kematian, Dahlan Iskan: Saya Manusia Setengah Bionic

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 6 Februari 2018 09:45
Terancam Kematian, Dahlan Iskan: Saya Manusia Setengah Bionic
Dahlan Iskan mengaku kini menjadi manusia setengah bionic

Dream - Lama tak terdengar, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan membawa kabar mengejutkan. Lewat akun Twitternya, @iskan_dahlan, mantan bos PLN itu mengatakan baru menjalani perawatan di salah satu rumah sakit.

" Kalau ada yang bertanya Dahlan kemana beberapa bulan ini? Sy di rawat di salahsatu RS," tulis Dahlan dalam akunnya tersebut dikutip Dream, Selasa, 6 Februari 2018.

Dahlan mengungkapkan menderita aorta dissection yang menyebabkannya harus mendapat perawatan di rumah sakit. Penyakit yang dideritanya itu bahkan diakuinya mengancam ke kematian.

" Dan skrg Sy menjadi manusia setengah Bionic," tulisnya.

Mengutip laman hellosehat.com, diseksi aorta adalah keadaan yang berbahaya di mana pendarahan terjadi pada dinding aorta sehingga mengakibatkan pemisahan.

Aorta adalah pembuluh terbesar utama yang membawa darah dari jantung. Aorta terbagi menjadi aorta naik, lengkungan aorta, dan aorta turun.

Gejala ini biasanya dialami pada pria berumur antara 60-70 tahun tetapi dapat juga mempengaruhi orang-orang pada umur 40 tahun. Diseksi aorta sangat berbahaya karena dan menyebabkan kematian mendadak atau gagal jantung.

Dalam unggahannya, Dahlan menyebutkan jika saat ini sudah kembali berada di Indonesia. Kepada salah satu followernya, Dahlan bahkan mempersilahkan warganet untuk menjenguknya.

Dahlan juga sempat membalas salah satu netizen bernama Satrya Wibawa, pemilik akun @igaksatrya, yang mendoakan kesembuhannya sekaligus menitipkan salah dari civita komunikasi Universitas Airlangga.

Cerita Mantan Menteri Dahlan Iskan Kaget Lihat Akun Twitternya

" Aamiin....waduh Sy hampir lupa blm menjawab utk menjadi dosen salahsatu mata kuliah di pasca FIsipol Unair...." tulis Dahlan.

Sejumalh netizen juga turut mendoakan kesembuhan bagi Dahlan Iskan dan beberapa diantara pengikutnya bahkan menyarankan pengobatan lain yang diharapkan bisa menyembuhkannya.

(Sah)

 

Beri Komentar