Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perasaan Bahagia Bisa Meningkatkan Penghasilanmu, Lho, Sahabat Dream. (Foto: Jamnews)
Dream – Situasi tidak menyenangkan sering kita alami kapan saja, terutama ketika bekerja. Penyebabnya bisa macam-macam, seperti beban kerja meninggi atau pola komunikasi yang kurang baik dengan atasan.
Jika menghadapi situasi ini, berusahalah untuk tetap bahagia. Sebab, tingkat kebahagiaan ternyata bisa memberikan pengaruh pada bertambahnya penghasilan.
Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 26 April 2018, menurut laporan U.S News and World Report, ada empat cara kebahagiaan mempengaruhi pendapatan seseorang. Yang pertama, rasa bahagia bisa membantu seseorang untuk membuat keputusan yang lebih baik.
Cofounder Millenial Wealth, Chad Rixse, mengatakan perasaan ini membantu seseorang untuk membuat keputusan cerdas tentang keuangan.
“ Dengan bahagia, kita jadi tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Tapi, lebih mempertimbangkan apa dampak jangka panjangnya pada kebahagiaan kita nanti serta hasil yang akan kita peroleh tersebut,” kata dia.
Kedua, kebahagiaan bisa meningkatkan pendapatan. Orang yang merasa bahagia akan bekerja sesuai perintah dengan baik serta kreatif dan inovatif.
Nah, inilah yang akan membuat rekam jejak menjadi baik dan berpengaruh terhadap promosi jabatan. Jabatan yang lebih tinggi menawarkan pendapatan yang lebih besar juga.
Ketiga, kebahagiaan bisa menciptakan kesempatan baru. Orang yang merasa bahagia akan senang berbicara dan mengadakan kontak langsung dengan orang baru. Ini bisa berdampak langsung pada kesempatan-kesempatan unik bagi perkembangan karier.
Keempat, kebahagiaan bisa mengurangi utang. Utang ini berkaitan dengan perasaan stres dan gagal.
Kalau kamu bisa mengubah mood, utang bisa berkurang. Dengan mood yang baik, kamu akan cenderung berpikir untuk meningkatkan jumlah pendapatan sehingga tidak berpikir untuk berutang.
Kelima, bahagia bisa menghindarkan dari sifat boros. Ketika memiliki uang, tak jarang kita menghabiskannya untuk sesuatu yang kurang bernilai. Dengan mood yang baik, kamu akan menjaga dan mengelola keuangan dengan lebih baik.
(Beq, Sumber: Liputan6.com/Bawono Yadika)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya