Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Studi Menunjukkan Orang Yang Berwajah "standar" Punya Gaji Yang Lebih Besar Daripada Orang Tampan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Ada penelitian yang menyimpulkan bahwa orang berparas menarik lebih mudah dapat pekerjaan dan bergaji lebih tinggi daripada mereka yang wajahnya 'pas-pasan'.
Tapi, ada pula studi yang menunjukkan sebaliknya. Studi baru yang dipublikasikan oleh Journal of Business and Psychology justru menemukan hal yang bertentangan dengan teori beauty premium.
Dikutip dari Liputan6.com, Senin 23 April 2018, penelitian-penelitian selama ini menunjukkan orang yang tampan atau cantik lebih percaya diri dan bisa bersosialisasi dengan lebih baik. Belum lagi mereka cenderung memiliki gaji yang lebih besar daripada orang yang berparas biasa.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Satoshi Kanazawa dari London School dari Economics and Political dan Mary Still dari University of Massachusetts justru menunjukan fakta yang berbeda. Kedua memperlihatkan teori ugliness penalty tidak sesederhana itu.
Keduanya menganalisis data dari 20 ribu pemuda Amerika Serikat dari hasil waancara dan mengukur daya tarik. Pemuda yang menjadi responden Mary dan Satoshi, berusia 16 tahun-29 tahun.
Salah satu penemuannya adalah kelompok partisipan yang dilabeli very unattractive (sangat tidak menarik) justru mendapatkan gaji yang lebih tinggi daripada mereka yang hanya unattractive (tidak menarik).
Begitu pula yang terjadi saat penghasilan very unattractive dibandingkan dengan kategori average looking (berparas rata-rata) dan attractive (menarik).
Metode dalam berbagai studi sebelumnya tidak pernah sungguh-sungguh mengklasifikasi kelompok orang-orang jelek. Ini karena very unattractive dan unattractive selalu dimasukkan ke dalam suatu kelompok.
Sumber: Liputan6.com/ Siska Amelie F. Deli
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
