Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seberapa Produktif Orang Indonesia? (Foto: Shutterstock)
Dream – Orang Indonesia terkenal ramah, hangat, dan murah senyum. Karakter dan identitas ini tak hanya melekat di kehidupan sehari-hari, tetapi juga di dunia kerja.
Berbicara tentang dunia kerja, seberapa produktif orang Indonesia?
Dilansir dari Liputan6.com, Jumat 20 April 2018, hasil riset perusahaan konsultan internasional, Robert Walters Indonesia menyebutkan, produktivitas orang Indonesia tertinggal dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.
“Mereka cenderung menemukan cara efektif ketika bekerja. Orang-orang Indonesia cenderung hangat, ramah, dan murah senyum serta lebih menerima saat diberi instruksi untuk mengerjakan sesuatu. Ini yang membedakan dengan talent di sana,” kata Manager Accounting and Finance Robert Walters untuk Indonesia, Karina Saridewi.
Karina mengatakan, ada satu kekurangan orang Indonesia, yaitu kurang inisiatif. Ini juga ditemukan di karyawan setingkat manajer.
“Ini mungkin memang bagian dari kultur Timur yang cenderung tidak terbiasa dalam mengekspresikan sesuatu, lebih bebas berbicara, serta spontan mengutarakan hal tertentu,” kata dia.
Sementara itu, Managing Directors Robert Walters Indonesia, Sally Raj, hal inilah yang pada akhirnya membuat orang itu maju dan cepat merespons perubahan.
“Setiap negara pasti berbeda-beda. Hong Kong, Singapura, mereka berpikir bagaimana bisa cepat, cepat, dan cepat. Tidak ada waktu untuk empati, perasaan, dan emosi,” kata dia.
Raj mengatakan Malaysia juga masih lumayan. Orang-orang di sana masih bisa merasakan empati, berkenalan dengan orang lain dan berbincang-bincang.
“Hal inilah yang terjadi juga dengan Indonesia. Tapi, inilah yang membuat mereka maju karena hanya berpikir cepat, cepat, dan cepat. Jika tidak, mereka tidak akan sampai pada titik ini,” kata dia.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Bawono Yadika)
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa
