Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mobil Lamborghini (Foto: Shutterstock)
Dream - Lamborghini masuk menjadi merek mobil termahal, hanya orang-orang yang dianggap ‘sultan’ yang bisa membelinya. Harga termurah saja mencapai Rp6,4 miliar untuk tipe Lamborghini Aventador.
Mobil asal pabrikan Italia ini menjadi idaman bagi para pecinta otomotif. Namun tahukah kamu, orang Indonesia pernah membeli pabrik mobil Lamborghini?
Tak banyak yang tahu, bahwa putra Presiden ke-2 RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto resmi membeli perusahaan berlogo ‘benteng ngamuk’ itu pada Januari, 1994.
Tommy membeli perusahaan Automobili-Lamborghini S.p.A atau Lamborghini bersama konglomerat Indonesia Setiawan Jody melalui perusahaan Megatech, dengan menggelontorkan uang sebesar US$40 juta.
Namun, pada saat itu jurnal sejarah Lamborghini hanya menyebut pembelinya sebagai 'unknown Indonesian'.
" Megatech juga bermaksud menggunakan teknologi mesin Lamborghini untuk membangun sebuah mobil komersial di Indonesia, " kata ketua Mycom, Yap yong Seong.

Megatech dimiliki oleh Tommy dan Jody. Keduanya memiliki sekitar 60 persen saham, sementara sisanya dipegang sebuah perusahaan Malaysia, MyCom Berhad.
Pembelian Lamborghini oleh Megatceh, bermula saat Chrysler sebagai pemilik Lamborghini tidak kuat meneruskan kepemilikan perusahaan di tengah tekanan ekonomi.
Kemudian pada 21 Januari 1994, Lamborghini pun beralih ke perusahaan Megatech. Selain Lamborghini, Megatech juga tercatat sebagai pemilik perusahaan Vector, salah satu merek supercar Amerika yang cukup berjaya pada masa itu, namun tidak bertahan lama.
Setelah Lamborghini resmi menjadi milik Magetech, Djody pun menunjuk Mike Kimberly sebagai presiden dan direktur pelaksana.
Namun kepemilikan Lamborghini di tangan Tommy dan Jody berakhir pada tahun 1998, saat Indonesia mengalami krisis moneter. Lamborghini kemudian dipegang VW-Audi hingga kini.
Meski beralih ke VW-Audi, Megatech pada saat itu disebut mendapatkan untung besar. Sebab, mereka menjual perusahaan Lamborghini dengan harga US$110 juta.
Nilai ini disebut menjadi berkali-kali lipat mengingat tingginya nilai dolar saat krisis moneter itu.
Sumber: Medeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya