Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi/ Shutterstock
Dream - Industri logistik di Indonesia semakin berkembang seiring dengan pesatnya transaksi melalui e-commerce. Tak lagi mengandalkan manusia, banyak perusahaan ekspedisi mulai memakai teknologi saat menyortir pesanan yang akan diantar ke pembeli.
Penggunaan teknologi mesin atau robot ini mulai dipersiapkan perusahaan ekspedisi menyambut momen hari raya atau tanggal kembar. Di momen tersebut, lonjakan pesanan pengiriman biasanya meningkat tajam sehingga dibutukan mesin sortir otomatis yang memudahkan proses pengiriman.
Salah satu yang menggunakan mesin sortir otomatis adalah Sicepat Ekspres yang menjalankan empat mesin sortir otomatis. Keempat mesin itu beroperasi di Jakarta, Tangerang, Banten serta dua titik lain di Jawa Barat yaitu Karawang dan Bandung.
Dalam pengiriman paket, sistem sortir otomatis SiCepat memiliki tiga titik yang harus dilewati terbagi atas first miles, mid miles, dan last miles.
Di tahap first miles, kurir SiCepat akan menjemput paket dan membuat resi. Proses dilanjutkan di tajap mide miles dimana paket didistribusi ke bagian setiap kota.
" Sampai proses last miles kita sebut pengiriman atau pengantaran ke buyers,” ungkap Randi Eko Saputro, Ground Operation Senior Manager SiCepat Ekspres, Jakarta, 9 Maret 2023.

Redaksi Dream berkesempatan melihat langsung proses sortir paket di tahap mid miles atau sortation yang berlokasi di SiCepat Jakarta Sortation 2, Cakung, DKI Jakarta.
“ Posisi kita ada di mid miles, tim tengah untuk menerima paket dan mendistribusikan ke last miles,” tambah Randi.
Proses sortation sudah memanfaatkan mesin sortir otomatis untuk memilah paket agar mudah saat dilanjutkan ke tahap last miles.
Mesin sortir otomatis akan bekerja dengan menerima paket dari first miles yang dipindai menggunakan barcode sebagai check point di mid miles. Setelah itu, paket akan masuk ke mesin conveyor dan disortir secara otomatis oleh mesin.
Mesin sortir bekerja dengan cara membaca barcode yang menempel di paket dan mendistribusikan berdasarkan cabang last miles setiap cabang. Setelah terkumpul paket akan langsung dikirim ke last miles untuk dikirim ke pembeli.

Meski sudah menggunakan bantuan robot, seluruh proses tetap memerlukan campur tangan manusia yang bekerja untuk memastikan barcode dari paket sudah terbaca. Pegawai juga akan memastikan paket yang disortir sesuai aturan yang ada.
Saat ada paket yang tidak bisa terbaca barcode-nya atau tidak sesuai kualifikasi mesin, proses sortir akan dilakukan secara manual.
Sahabat Dream juga bisa melihat prosesnya di video ini!
@dreamcoid Intip Dapur Sortation Sicepat Jakarta, Pakai Mesin Sortir Otomatis
♬ Chill Vibes - Tollan Kim
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
