Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Saat Ini, Anak Muda Semakin Tertarik Membeli Properti.
Dream – Laman properti global, Lamudi, mendapat temuan banyak anak muda yang semakin tertarik untuk membeli properti. Pemicunya, kemudahan yang diberikan pemerintah untuk membeli properti.
Temuan Lamudi menyebutkan kelompok umur 18-24 tahun mencapai 21,9 persen pada tahun 2016. Angkanya meningkat 7,2 persen dari tahun 2015 yang sebesar 19,35 persen.
“ Kelompok usia ini juga menjadi yang terbesar kedua dalam pencarian properti di portal properti Lamudi,” kata Director Head of Research and Consultancy Savills, Anton Sitorus, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Jumat, 10 Maret 2017.
Anton mengatakan peringkat pertama ditempati oleh kelompok pencari properti usia 25 tahun-34 tahun mencapai 41,97 persen. Di urutan ketiga, ada kelompok usia 35 tahun-44 tahun dengan persentase 18,34 persen. Urutan kelima ada kelompok usia 45 tahun-54 tahun sebesar 9,59 persen, urutan ketujuh ada kelompok usia 55 tahun-64 tahun 6,4 persen, dan kelompok di atas 65 tahun 1,79 persen.
Berdasarkan data sepanjang tahun 2016, kata Anton, mayoritas pencari properti di Lamudi adalah laki-laki dengan persentase 51,8 persen. Angkanya meningkat sedikit daripada tahun 2015 yang sebesar 48,81 persen.
“ Sementara angka pencari properti dari kalangan perempuan mencapai 48,2 persen, turun 10,96 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 51,19 persen,” kata dia.
Anton mengatakan generasi muda mulai tertarik memiliki hunian karena pemerintah memberikan pelbagai macam kemudahan untuk membeli properti. Di antaranya seperti maraknya pembangunan rumah subsidi yang dijual dengan harga terjangkau.
“ Apalagi, pemerintah juga telah menurunkan suku bunga KPR sehingga mendorong seseorang untuk berani membeli properti,” kata dia.
Selain faktor KPR dan rumah bersubsidi, Anton mengatakan anak muda tergelitik membeli hunian karena portal properti memberikan informasi masif kepada masyarakat, baik informasi harga rumah maupun cara mengajukan KPR.
“ Saat ini, informasi penjualan properti mudah diakses. Dengan melalui smartphone, seseorang dapat dengan mudah mengetahui harga-harga proper berikut dengan lokasi dan kelebihannya,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya