6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Petugas Help Desk Melayani Wajib Pajak Yang Ingin Memanfaatkan Amnesti Pajak (Antarafoto)
Dream - Perlahan-lahan program pengampunan pajak (Tax amnesty) yang gencar digaungkan pemerintah menampakan hasil. Hingga 5 September 2016, tercatat pemerintah menerima uang tebusan amnesti pajak sebesar Rp 4,52 triliun.
Dilansir dari data dashboard amnesti pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan per 5 September 2016, komposisi uang tebusan didominasi oleh wajib pajak orang pribadi non Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Uang tebusan wajib pajak orang pribadi non-UMKM mencapai Rp 3,74 triliun. Di posisi kedua, wajib pajak badan non UMKM, dengan total uang tebusan sebesar Rp 505 miliar, diikuti oleh wajib pajak orang pribadi UMKM sebesar Rp 258 miliar, dan wajib pajak badan UMKM sebesar Rp 10,4 miliar.
Ditjen Pajak melapran, sampai dengan 5 September 2015 pukul 14.30 WIB, pihaknya telah menerima 30.310 Surat Pernyataan Harta. Total harta yang dideklarasi oleh wajib pajak mencapai Rp212 triliun.
Jumlah tersebut terdiri atas deklarasi dalam negeri sebesar Rp167 triliun, deklarasi luar negeri sebesar Rp32,8 triliun dan repatriasi sebesar Rp12,9 triliun.
Seperti diketahui, pada periode pertama program Amnesti Pajak yang berakhir 30 September 2016, berlaku tarif tebusan sebesar 2 persen untuk deklarasi harta yang berada di dalam negeri, serta tarif 4 persen untuk deklarasi harta di luar negeri.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya