6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Presiden Jokowi Saat Menghadiri Pertemuan G20 Di Tiongkok (Setkan.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong negara-negara besar dunia yang tergabung dalam G-20 untuk menghapus segala bentuk kebijakan proteksi perdagangan. Dia menilai kebijakan proteksi baik baik tarif maupun non tarif cenderung merugikan negara berkembang.
“ Banyak kebijakan perdagangan dari negara-negara maju yang dilakukan dengan mengorbankan negara-negara berkembang,” kata Jokowi dalam KTT G-20 di Tiongkok, dilansir dari setkab.go.id, Selasa 6 September 2016.
Mantan walikota Solo ini mengatakan perdagangan telah menjadi motor penggerak ekonomi. Tapi, kenyataannya perdagangan global saat ini menemui banyak kendala dan terus melemah. Untuk itu, sistem perdagangan multilateral yang ada saat ini diminta Jokowi untuk diperkuat.
“ Hal tersebut bertujuan untuk memastikan aturan yang jelas dan non-diskriminatif serta membangun keadilan bagi negara-negara berkembang,” kata dia.
Berdasar kenyataan tersebut, Jokowi mengingatkan semangat perjanjian perdagangan bebas. Ia menyerukan negara-negara G-20 untuk menghapus seluruh hambatan perdagangan bebas. Jokowi bahkan mendesak negara-negara anggota G20 untuk menghapus semua bentuk kebijakan proteksi, baik itu tarif maupun non-tarif yang dianggap merugikan negara-negara berkembang.
“ (Tujuannya) agar (perdagangan) tetap terbuka dan konsisten dengan WTO serta menghindari pengecualian bagi para non-anggota,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
