7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Kondisi regional yang menguat serta membaiknya harga minyak mentah mendorong investor melakukan aksi buru saham. Aksi beli ini membuat Indeks Saham Syariah Indonesia dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali ditutup menguat.
Sentimen positif semakin membesar setelah pemodal asing kembali melantai di pasar saham Indonesia.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 5 September 2016, indeks ISSI menanjak 0,270 poin (0,15%) ke level 177,804. Sementara indeks JII menguat 1,591 poin (0,21%) ke level 743,660.
Meski ditutup menguat, laju dua indeks saham syariah ini sempat mengalami tekanan. Turun ke zona merah, ISSI sempat turun ke level terendah di 177,418.
Munculnya aksi beli jelang penutupan membuat laju indeks syariah perlahan-lahan kembali ke zona positif.
Dengan 37,35 miliar saham yang berpindahtangan, transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 4,42 triliun, meningkat dari possi akhir pekan lalu.
Aksi beli berhasil mengangkay 115 emiten saham syariah ke zona positif dan 85 lainnya tertekan ke zona negatif.
Laju indeks syariah yang fluktuatif membuat sebagian indeks sektoral bergerak melemah. Indeks sektor barang konsumsi memimpin pelemahan dengan turun 1,28 persen, manufaktur 0,36 persen, dan infrastruktur 0,17 persen.
Namun koreksi tersebut dapat dilawan oleh lonjakan kenaikan indeks sektor pertambangan yang melonjak 2,68 persen, industri aneka 1,80 persen, dan pertanian 0,83 persen.
Saham-saham bluechips syariah pencetak top gainer kali ini dihuni LPPF yang naik Rp 475, PTBA Rp 300, SILO Rp 300, INTP Rp 250, dan ASII Rp 175 per saham.
Sebaliknya, saham UNTR dan UNVR menjadi top losser indeks bluechips syariah usai melemah masing-masing Rp 575 per saham. Disusul ICBP Rp 250, MIKA Rp 130, dan KLBF Rp 40 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah bergerak menguat sepanjang perdagangan hari ini. Dollar AS yang turun 99 poin (0,75%), membuat rupiah menguat ke level 13.148 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?