Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah, Rupiah, Dan IHSG Kompak Menguat Hari Ini, Jumat 18 Januari 2019. (Foto: Pixabay)
Dream - Indeks saham syariah keluar dari tekanan jelang menit-menit terakhir penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 18 Januari 2019. Aksi beli di sisa waktu perdagangan membawa indeks syariah ditutup menguat.
Minimnya katalis positif dari dalam dan luar negeri sempat membuat indeks syariah mendekam di zona merah. Bergerak menguat di 1,5 jam awal perdagangan, indeks syariah baru aktif kembali di 15 menit terakhir jelang penutupan.
Papan perdagangan Bi mencatat, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat tipis di zona hijau. Dibuka menguat di level 191,196, ISSI menutup perdagangan dengan menanjak 0,730 poin (0,38%) ke level 191,134.
Laju penguatan ISSI bertahan selama 1,5 jam usai perdagangan dibuka. ISSI yang menembus level tertinggi di 191,560 nyaris menutup sesi pertama di zona merah.
Di sesi perdagangan siang, tekanan jual baru bermunculan. Alhasil ISSI berulang kali terperosok masuk teritori negatif sebelum diselamatkan aksi beli jelang sesi penutupan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak naik 4,657 poin (0,65%) ke level 726,083. Sementara Indeks JII70, naik 1,144 poin (0,48%) ke level 240,524.
Tekanan sesaat juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua zona sepanjang perdagangan. Beruntung IHSG menutup sesi perdagangan jelang akhir pekan ini dengan menanjak 24,376 poin (0,38%) ke level 6.448,156.
Aksi beli saham terjadi pada saham-saham di sektor industri aneka dengan kenaikan indeks melesat sampai 1,92 persen. Disusul sektor keuangan 0,82 persen serta pertambangan 0,61 persen.
Sebaliknya Indeks barang konsumsi bergerak melemah 0,50 persen, industri dasar 0,41 persen, pertanian 0,11 persen, manufaktur 0,08 persen, dan properti 0,02 persen.
Saham syariah pencetak top gainer kali ini dihuni DUTI yang mengalami kenaikan harga saham Rp760. Top gainer lainnya dihuni IMTG yang menguat Rp675, INDR Rp425, INTP Rp300, dan SMGR Rp275.
Saham tambang BYAN harus bermuram menyambut akhir pekan usai bergerak melemah Rp350. Top losser saham syariah lainnya adalah STTP Rp260, AALI Rp225, CPIN Rp225, dan BUKK Rp200.
Nilai tukar rupiah hari ini berbalik melawan mata uang Donald Trump. Pada perdagangan pukul 16.14 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS melemah 45 poin (0,32%) ke level Rp14.416.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya