Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Oktober 2014 mencapai US$ 294,5 miliar atau setara Rp 3.727 triliun. Dalam sebulan, utang Indonesia ini bertambah US$ 2,2 miliar (Rp 27,74 triliun).
Posisi utang per Oktober 2014 ini terdiri dari ULN sektor publik sebesar US$ 133,2 miliar (45,2 persen dari total ULN) dan sisanya ULN sektor swasta US$ 161,3 miliar.
Perkembangan ULN kala itu dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik yang melambat di saat pertumbuhan ULN sektor swasta terakselerasi.
ULN sektor publik tercatat tumbuh 5,9 persen (yoy), lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,9 persen (yoy). Utang ini didominasi oleh surat utang yang mencatat pertumbuhan 22,1 persen (yoy).
Sementara itu, ULN sektor swasta tumbuh 15,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 14,1 persen (yoy). ULN sektor swasta terutama dalam bentuk perjanjian pinjaman yang mengambil porsi 64,3 persen.
Pertumbuhan ULN swasta yang meningkat pada Oktober 2014 terutama terpusat pada sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, dan listrik, gas & air bersih. Keempat sektor utama ini mengambil porsi 77,5 persen terhadap total ULN swasta.
BI menilai, perkembangan utang Indonesia ini masih cukup sehat. " Namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian," ungkap BI dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Dream, Kamis, 18 Desember 2014.
Ke depan, BI berjanji akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN swasta. Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya