Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG
Dream - Kabar belum adanya kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) menghembuskan angin positif bagi pelaku pasar. Sentimen ini langsung mendorong indeks bursa saham Indonesia bergerak positif.
Pasar juga relatif tenang dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang mulai kembali menguat.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 18 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 40,577 poin (0,81%) ke level 5.076,226.
Laju kenaikan IHSG masih belum terbendung di sesi pembukaan usai melonjak 56,235 poin (1,12%) ke level 5.091,884.
Hingga 25 menit waktu perdagangan, IHSG seolah masih nyaman bergerak di zona hijau. Sebanyak 186 emiten telah beranjak ke zona positif sementara 26 lainnya masih dilanda tekanan jual.
Pelaku pasar aktif melakukan aksi jual beli di awal perdagangan ini. Tercatat sudah 12,32 miliar saham yang ditransaksikan dengan dana Rp 1,18 triliun.
Meski bergerak positif, pemodal asing tampaknya masih hati-hati menyimak sentimen yang ada. Asing membuka perdagangan dengan membukukan nett sell sekitar Rp 18 miliar.
Aksi beli pemodal domestik berhasil mengangkat seluruh indeks saham sektoral ke zona hijau. Saat ini, penguatan tertinggi dialami emiten properti yang menguat 1,94 persen, diikuti industri dasar 1,48 persen, dan pertanian 1,30 persen.
Melajunya IHSG di zona positif menjadi amunisi bagi dua indeks saham syariah untuk bergerak menguat.
Mengawali sesi pra pembukaan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) langsung melaju positif ke level 163,28. Sampai 25 menit waktu perdagangan, ISSI telah menanjak 2,00 poin (1,24%) ke level 163,89.
Penguatan ini disokong naiknya harga saham dari 133 emiten syariah sedangkan 17 lainnya masih bergelut untuk keluar dari zona merah.
Sebanyak 9,40 miliar saham syariah telah ditransaksikan pelaku pasar. Dana syariah yang membanjiri pasar mencapai Rp 780 miliar.
Pembukaan di zona hijau juga dicetak emiten-emiten bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka mengat di level 669,94.
Saat ini, JII telah menanjak 9,61 poin (1,37%) ke level 670,70.
Dari kawasan regional, seluruh indeks saham acuan di Asia memulai perdagangan di zona positif. Indeks Nikkei dan Hang Seng saat ini tercatat sudah menguat 2,48 persen dan 1,10 persen.
Awan positif juga menaungi pasar keuangan Indonesia. Rupiah yang sebelum tertekan karena aksi jual investor kini berbalik menguat. Rupiah telah menanjak 118 poin (0,93%) menjadi Rp 12.549 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya