Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tenaga Kerja Wanita Di Arab Saudi
Dream - Pemerintah Arab Saudi terus membenahi lingkungan kerja bagi pegawai perempuan baik di instansi pemerintah maupun swasta. Kali ini Departemen Tenaga Kerja Arab Saudi telah berjanji akan memberikan fasilitas jam khusus bagi ibu-ibu untuk menyusui anaknya.
Para ibu dijanjikan akan mendapat waktu menyusui selama satu jam sehari sepanjang dua tahun. Untuk bisa memperoleh jam khusus ini, para pegawai perempuan harus terlebih dahulu membuat kesepakatan dengan majikannya.
Selain memberi kemudahan bagi para ibu, pemerintah Saudi berharap langkah-langkah baru lainnya akan disiapkan guna memberdayakan perempuan serta memberikan hak dan kebebasan untuk bekerja di lingkungan yang aman dan aman.
Departemen Tenaga Kerja seperti dikutip Dream dari laman Arabnews, Kamis, 18 Desember 2014 juga akan memberikan fasilitas memadai untuk pekerja perempuan penyandang cacat. Langkah-langkah lainnya termasuk kebebasan bekerja dari rumah dan di gerai ritel seperti toko dan kios di mal tertutup, terutama yang menjual produk wanita.
“ Membiarkan perempuan untuk bekerja dari rumah akan mengurangi masalah transportasi dan menguntungkan keluarga mereka,” kata seorang pejabat Departemen Tenaga Kerja.
Kementerian menegaskan para pengusaha wajib mengikuti kuota program Nitaqat. Pemerintah Saudi memang berupaya keras merayu penduduknya untuk mulai bekerja di sektor swasta. Tingkat pengangguran di kalangan perempuan Saudi pada tahun 2013 berada di angka 34 persen, naik 2 persen dari tahun sebelumnya.
Statistik CDSI juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di kalangan laki-laki berada di angka 6,2 persen. Menurut Kementerian Urusan Sipil, ada 1,2 juta orang Saudi yang bekerja di sektor publik dan wanita menyumbang 38,3 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya