Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Warga muslim di Malaysia, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA) tengah resah. Pemicunya, eksportir daging dari Amerika Serikat diduga menjual produknya tanpa melalui prosedur halal yang ditetapkan.
Midamar Corp, eksportir daging yang berbasis di Cedar Rapids, Iowa, AS dilaporkan telah menjual produknya tak kurang dari US$ 4,9 juta ke sejumlah konsumennya di sejumlah negara muslim.
Dalam gugatannya di pengadilan Iowa, perusahaan dituduh tak mengikuti prosedur pemotongan hewan sesuai standar halal, seperti tercantum dalam label halal yang dimilikinya.
Aksinya ini membuat Midamar dan dua orang direksinya, Jalel dan William Yahya Aosser dituntut telah melakukan konspirasi dengan membuat pernyataan dan dokumen palsu. Tak berhenti disitu. Perusahaan juga diduga salah menjual produk dagingnya.
Selain Midamar, penggugat juga mengajukan gugatan kepada perusahaan lain yang dimiliki kedua bersaudara ini, Islamic Service of America. Organisasi ini merupakan salah satu yang diakui negara muslim seperti Malaysia, Indonesia, Kuwait, Arab Saudi, dan UEA untuk menerbitkan sertifikat halal untuk daging yang akan diimpor ke negaranya.
Terhadap gugatan tersebut, pendiri Midamar William Aossey Jt mengaku tak bersalah.
Dalam sanggahannya, Midamar menilai pemerintah Amerika Serikat tak berhak untuk menilai praktik halal yang dilakukan perusahaan. Selama 40 tahun, Midamar mengaku seluruh proses penyembelihan telah melalui proses audit dan perusahaan selalu mempertahankan standar tinggi dalam soal prosedur halal.
" Tuduhan pelanggaran prosedur halal yang diajukan pemerintah dilakukan lewat pendekatan satu untuk semua," katanya.
Presiden Muslim Conumer Group for Food Product, Syed Rasheeduddin Ahmed mengaku pihaknya memang sudah lama curiga dengan produk daging yang diklaim telah mengikuti standar kehalalan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya