Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Penurunan tajam kurs rupiah terhadap dolar AS membuat bursa saham tak berkutik. Aksi jual besar-besaran pemodal asing juga memaksa indeks saham mendekam di zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 16 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas 82,40 poin (1,62%) ke level 5.026,02.
Posisi ini memantapkan IHSG yang sudah terlempar dari level 5.100 pada awal perdagangan.
Transaksi perdagangan saham kali ini terbilang ramai setelah 80,65 miliar saham beralih tangan. Aksi jual beli ini melibatkan dana sekitar Rp 7,28 triliun.
Pemodal asing tercatat melakukan aksi jual terhadap 15,51 miliar saham. Aksi ini membuat nett asing semakin bertambah menjadi Rp 1,22 triliun. Pada perdagangan kemarin, asing mencetak nett sell Rp 828 miliar.
Lantai bursa domestik pun terlihat murung setelah 276 emiten ditutup melemah. Tercatat hanya 69 emiten yang sanggup bertahan di zona hijau.
Meski terjun bebas, dua sektor saham masih sanggup bertahan di zona hijau. Indeks sektor pertanian dan aneka industri mencetak kenaikan masing-masing 0,34 persen dan 0,55 persen.
Pelemahan indeks sektor saham tertinggi kali ini melanda emiten-emiten di sektor properti yang turun 3,17 persen, industri dasar 3,12 persen, dan infrastruktur 1,79 persen.
Laju IHSG sepanjang hari ini memang cukup membuat khawatir. Mengawali perdagangan di level 5.108, indeks terus tertekan. Puncaknya, IHSG mencetak level terendah di 5.005,27.
IHSG hanya sanggup mencetak posisi tertinggi di zona merah di level 5,069,26.
Awan kelam yang melanda bursa saham jelang akhir tahun ini dirasakan pula oleh dua indeks saham syariah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 2,53 poin (1,54%) ke level 162,004. Turunnya harga saham dari 165 emiten syariah membuat ISSI mendekam seharian di zona merah.
ISSI masih sanggup menghantarkan 47 emiten syariah ke zona hijau dan 35 lainnya bertahan stagnan.
Pelaku pasar mentransaksikan 47,49 miliar saham dengan dana hingga Rp 4,66 triliun.
Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 10,89 poin (1,62%) ke level 663,38.
Penghuni JII kali ini didominasi emiten yang bergerak melemah sebanyak 26 saham. Namun 4 emiten unggulan syariah masih bisa menguat.
Pelemahan sebagian besar indeks saham acuan BEI tak terlepas dari tekanan yang melanda bursa regional. Indeks Hang Seng dan Nikkei tertekan hebat dengan mencatatkan koreksi 1,55 persen dan 2,01 persen.
Sebaliknya, indeks Shanghai Composite justru bergerak aman di zona hijau dan menutup perdagangan dengan menguat 2,31 persen.
Kurs rupiah yang sempat membuat khawatir pelaku pasar akhirnya kembali menguat. Intervensi Bank Indonesia telah mengangkat rupiah sebesar 28 poin (0,22%) menjadi 12.685 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya