Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Negara-negara anggota Teluk (GCC) berencana menyeragamkan pembayaran gaji bagi warga negara masing-masing anggota dengan merujuk pada penghasilan pekerja asing.
Namun tidak disebutkan apakah rencana untuk menyetarakan gaji warga negara GCC tersebut dibahas di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GCC di Doha.
" Proposal ini sudah dibahas para menteri keuangan GCC," kata sebuah pernyataan GCC seperti dikutip Dream dari laman Arabnews, Selasa, 16 Desember 2014.
Para negara anggota GCC menganggap proposal tersebut sangat penting karena sebagian besar warganya bekerja di sektor publik. Sebaliknya, banyak pekerja asing bekerja di sektor swasta. Saat ini bekerja di sektor publik atau pemerintahan masih menjadi tren di kalangan pencari kerja di GCC.
Bekerja sebagai pegawai negeri (PNS) memang masih menjadi minat ribuan warga negara GCC. Mereka tergiur dengan uang pensiun yang dibayar penuh setelah mengabdi 20 tahun. Ditambah lagi adanya potongan gaji kurang dari 5 persen untuk dana pensiun.
Dengan ada kesenjangan besar terkait gaji warga negara GCC, negara teluk berharap proposal ini diharapkan akan dibahas dan KTT GCC bisa memutuskannya segera.
" Ini akan memberikan lebih banyak pilihan bagi warga GCC dalam hal pekerjaan jika mereka berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain," kata Saleem Abbasi, seorang ahli perekrutan.
" Seorang Saudi yang kerja di Uni Emirat Arab (UEA) mungkin mendapatkan gaji lebih dari yang diterima di Arab Saudi atau negara GCC lainnya," tambahnya.
Arab Saudi dan Oman adalah dua negara teratas yang lebih fokus menyediakan pekerjaan bagi warga GCC. Di Kuwait, Qatar dan UEA, sejumlah besar pekerja sektor swasta adalah migran.
Sangat menarik untuk dicatat bahwa pekerja asing jarang yang menjadi pengangguran. Karena mereka didorong rasa takut jika kehilangan pekerjaan maka berarti kehilangan hak untuk menetap secara hukum di negara tersebut.
Namun pengangguran lebih banyak dialami oleh warga negara GCC. Arab Saudi telah menampung sekitar 9 juta tenga kerja asing yang mengirim uang miliaran dolar AS ke negara masing-masing. India adalah komunitas pekerja asing terbesar di Saudi, disusul oleh Mesir, Pakistan, Filipina dan negara-negara Afrika lainnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya