Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bendung Pekerja Asing, Negara Teluk Seragamkan Gaji Pegawai

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 16 Desember 2014 12:01
Bendung Pekerja Asing, Negara Teluk Seragamkan Gaji Pegawai
Masyarakat negara teluk masih menjadikan PNS sebagai profesi yang diincarnya.

Dream - Negara-negara anggota Teluk (GCC) berencana menyeragamkan pembayaran gaji bagi warga negara masing-masing anggota dengan merujuk pada penghasilan pekerja asing.

Namun tidak disebutkan apakah rencana untuk menyetarakan gaji warga negara GCC tersebut dibahas di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GCC di Doha.

" Proposal ini sudah dibahas para menteri keuangan GCC," kata sebuah pernyataan GCC seperti dikutip Dream dari laman Arabnews, Selasa, 16 Desember 2014.

Para negara anggota GCC menganggap proposal tersebut sangat penting karena sebagian besar warganya bekerja di sektor publik. Sebaliknya, banyak pekerja asing bekerja di sektor swasta. Saat ini bekerja di sektor publik atau pemerintahan masih menjadi tren di kalangan pencari kerja di GCC.

Bekerja sebagai pegawai negeri (PNS) memang masih menjadi minat ribuan warga negara GCC. Mereka tergiur dengan uang pensiun yang dibayar penuh setelah mengabdi 20 tahun. Ditambah lagi adanya potongan gaji kurang dari 5 persen untuk dana pensiun.

Dengan ada kesenjangan besar terkait gaji warga negara GCC, negara teluk berharap proposal ini diharapkan akan dibahas dan KTT GCC bisa memutuskannya segera.

" Ini akan memberikan lebih banyak pilihan bagi warga GCC dalam hal pekerjaan jika mereka berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain," kata Saleem Abbasi, seorang ahli perekrutan.

" Seorang Saudi yang kerja di Uni Emirat Arab (UEA) mungkin mendapatkan gaji lebih dari yang diterima di Arab Saudi atau negara GCC lainnya," tambahnya.

Arab Saudi dan Oman adalah dua negara teratas yang lebih fokus menyediakan pekerjaan bagi warga GCC. Di Kuwait, Qatar dan UEA, sejumlah besar pekerja sektor swasta adalah migran.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa pekerja asing jarang yang menjadi pengangguran. Karena mereka didorong rasa takut jika kehilangan pekerjaan maka berarti kehilangan hak untuk menetap secara hukum di negara tersebut.

Namun pengangguran lebih banyak dialami oleh warga negara GCC. Arab Saudi telah menampung sekitar 9 juta tenga kerja asing yang mengirim uang miliaran dolar AS ke negara masing-masing. India adalah komunitas pekerja asing terbesar di Saudi, disusul oleh Mesir, Pakistan, Filipina dan negara-negara Afrika lainnya. (Ism)

Beri Komentar