Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Rupiah Rontok, BI dan Kemenkeu Keluarkan Jurus Penangkal

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 16 Desember 2014 14:10
Rupiah Rontok, BI dan Kemenkeu Keluarkan Jurus Penangkal
BI dan Kemenkeu siap melakukan beragam cara untuk mencegah rupiah jatuh lebih dalam. Apa strateginya?

Dream - Penurunan tajam kurs rupiah terhadap dolar AS ke era krisis keuangan Asia sedikit berkurang setelah Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi pasar.

Data Bloomberg, Selasa, 16 Desember 2014 mencatat nilai tukar rupiah siang ini bertengger di level 12.721 per dolar AS atau turun 0,2 persen.

Sebelumnya rupiah sempat terjun bebas 1,9 persen, atau mencetak rekor terendah sepanjang 16 tahun terakhir. Rupiah kembali ke era Krisis Moneter 1998.

Di pasar luar negeri, nilai kontrak rupiah untuk jangka waktu sebulan tercatat menguat 0,6 persen ke level 12.999 per dolar AS. Dalam dua hari perdagangan, rupiah tercatat sudah jatuh 5 persen.

Kurs rupiah selama beberapa hari terakhir memang terseret pelemahan mata uang Rusia, Ruble, yang telah turun 9,7 persen. Alhasil, bekas pecahan negara Uni Soviet ini menaikan suku bunga acuan sebesar 6,5 persen menjadi 17 persen.

Wiling Bolung, Head of Balance-sheet Trading dari PT Bank ANZ Indonesia seperti dikutip Bloomberg, Selasa, 16 Desember 2014 mengatakan minimnya pasokan dolar memicu pelemahan rupiah. Di sisi lain, BI kini mulai masuk ke pasar.

" Ini hal biasa yang mereka lakukan," katanya.

Wiling menambahkan, Ruble Rusia merupakan pemicu utama pelemahan rupiah. Namun reaksi berlebihan dari publik juga membuat rupiah makin tertekan.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan pers mengatakan bank sentral tengah mengintervensi pasar untuk menstabilkan kurs rupiah.

Bank sentral juga melakukan aksi beli surat utang negara di pasar sekunder.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan pelemahan rupiah saat ini hanya bersifat sementara. Pemerintah kini tengah bersiap melakukan aksi buy back surat utang jika memang diperlukan. (Ism)

Beri Komentar