Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia pelan-pelan mencoba menguat usai dilanda tekanan dalam dua hari terakhir. Aksi beli asing juga ikut membantu penguatan indeks saham.
Kondisi pasar modal regional juga relatif kondusif. Sejumlah indeks saham Asia didominasi penguatan kecuali Nikkei Jepang.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 17 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 4,78 poin (0,10%) menjadi 5.030,81.
IHSG masih terus melaju positif di sesi pembukaan dengan menguat 13,68 poin (0,27%) ke level 5.039,71.
Setelah dua hari lalu dilanda aksi koreksi harga, kini 77 saham mulai beranjak ke zona hijau. Sedangkan 36 saham lainnya terus berusaha keluar dari tekanan jual.
Pelaku pasar pagi ini sudah memperdagangkan tak kurang dari 221,17 juta saham. Lantai bursa pun sudah dikucuri dana hingga Rp 276,17 miliar.
Di tengah upaya penguatan ini, dua sektor saham masih bergerak melemah yaitu konstruksi yang turun 0,07 persen dan sektor perdagangan 0,06 persen.
Sebaliknya, emiten pertanian masih terus menjaga momentum kenaikannya dengan menguat 0,98 persen. Disusul sektor industri dasar yang naik 0,77 persen.
Penguatan yang dialami IHSG ikut berpengaruh pada laju saham-saham syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat 0,31 poin ke level 162,31.
Hingga 30 menit waktu perdagangan, ISSI masih bertahan di zona hijau dengan menguat tipis 0,17 poin (0,12%) ke level 162,19. Namun indeks sempat tertekan dan masuk zone merah ke level terendah 161,89.
Upaya pembalikan arah ini telah membuat 81 emiten syariah bergerak menguat sementara 49 lainnya masih tertinggal di zona merah.
Pembukaan di level positif juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat ke level 665,47.
Indeks JII masih bergerak volatile karena beberapa kali keluar masuk zona merah. Hingga setengah jam perdagangan, JII tercatat hanya naik 0,025 poin (0%) ke level 663,28.
Pasar keuangan juga memberikan sentimen positif pada pergerakan indeks saham. Rupiah yang kemarin sempat menyentuh level 13.000 per dolar AS, saat ini sudah menguat tipis 3 poin (0,02%) menjadi 12.722 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya