Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muslim Jepang (japantimes.co.jp)
Dream - Negara muslim yakin Jepang bisa lepas dari bayang-bayang Amerika Serikat untuk menjadi pemimpin perekonomian dunia. Untuk mewujudkannya, Jepang sebetulnya cukup melakukan satu strategi.
CEO Alhuda Center of Islamic Banking and Economics, Muhammad Zubair Mughal mengatakan, Jepang selama ini belum memasukan komponen keuangan dan perbankan syariah dalam tataran industri keuangannya.
Mengutip laporan Zawya, Rabu, 17 Desember 2014, Jepang selama ini terkenal sebagai negara dengan suku bunga rendah dan penguasa perekonomian terbesar ketiga dunia.
Di balik statusnya itu, Jepang sebetulnya memiliki potensi besar dalam kancah keuangan internasional dan regional.
" Keuangan Islami tak hanya diterapkan dunia muslim tapi juga negara-negara Non-Muslim yang sudah merasakan manfaatnya," katanya.
Jepang justru dianggap tertinggal dengan negara-negara Non-Muslim seperti Amerika Serikat, Afrika Selatan, Inggris yang sudah terlebih dahulu mempraktikan sistem keuangan syariah.
Zubir yakin Jepang memiliki posisi baik untuk memperluas sektor keuangan dengan masuk pada pasar keuangan syariah yang tengah jadi lirikan dunia.
" Jepang bisa meningkatkan kerjasama yang lebih erat dengan pusat ekonomi regional seperti Malaysia, Indonesia, Singapura serta memperluas visinya ke negara muslim kaya seperti UEA, Qatar, dan Arab Saudi," katanya.
Pebisnis sektor keuangan Jepang sebetulnya bukan pemain baru dalam bisnis syariah. Perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di Malaysia dan Timur Tengah telah lama mengenal bank syariah maupun asuransi syariah.
Bursa saham Jepang, Tokyo Stock Exchange juga bisa membuka pintu bagi masuknya investor baru lewat surat utang syariah atau saham syariah. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya