BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Dream - Bursa saham Indonesia berhasil mencetak rebound meski dengan kenaikan tipis. Aksi jual asing jelag penutupan membuat laju kenaikan sedikit tertekan.
Saham sektor pertambangan yang selama ini menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa kembali ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 17 Desember 2014, IHSG naik tipis 9,61 poin (0,19%) ke level 5.035,64. IHSG masih belum mampu menembus level 5.100.
Pelaku pasar sepanjang hari ini memperdagangkan 75,34 miliar saham dengan dana berputar hingga Rp 6,98 triliun.
Kembalinya aksi beli pelaku pasar membuat 178 emiten beranjak ke zona hijau. Sebaliknya, 140 emiten masih dilanda pelemahan dan 91 lainnya stagnan.
Indeks sektor saham kali ini bergerak variatif. Emiten sektor keuangan memimpin penguatan sebesar 1,51 persen disusul properti 1,02 persen, dan pertambangan 0,74 persen.
Sebaliknya, emiten di sektor perdagangan mengalami tekanan jual dan memimpin pelemahan 0,87 persen. Koreksi juga dialami emiten industri aneka 0,60 persen dan infrastruktur 0,59 persen.
Pencapaian kurang menggembirakan justru dialami dua indeks saham syariah di BEI. Tekanan jual jelang penutupan perdagangan memaksa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.
Berisi lebih dari 300 emiten syariah, indeks ISSI sore ini melemah 0,11 poin (0,07%) ke level 161,89. Koreksi harga saham dari 111 emiten syariah memaksa ISSI melanjutkan tren pelemahannya.
Laju ISSI sepanjang perdagangan hari ini memang kurang meyakinkan. ISSI sempat turun ke teritori negatif dengan mencetak level terendah di 161,89.
Diwarnai aksi jual beli 37,51 miliar saham, emiten syariah membanjiri lantai bursa dengan dana segar hingga Rp 4,05 triliun.
Namun turunnya harga saham dari 87 emiten membuat ISSI tak berkutik dari zona merah. Padahal ISSI didominasi naiknya harga saham yang dialami 111 emiten.
Kondisi yang sama dialami Indeks JII yang ditutup melemah 1,78 poin (0,27%) ke level 661,60. JII sebetulnya bergerak bersama IHSG ketika dibuka menguat ke level 665,47.
Sayang koreksi yang melanda 17 emiten unggulan syariah memaksa JII harus menutup perdagangan di zona merah. JII menyisakan 12 emiten bluechips syariah di zona hijau.
Dari kawasan regional, indeks Nikkei Jepang yang dibuka melemah akhirnya bisa menutup perdagangan dengan kenaikan 0,38 persen. Begitu pula Strait Times dan Shanghai Composite yang menguat 0,38 persen dan 1,31 persen.
Sebaliknya, indeks Hang Seng dan Kospi Korea bernasib kurang baik. Kedua indeks ini ditutup melemah 0,37 persen dan 0,21 persen.
Intervensi Bank Indonesia di pasar keuangan akhirnya membuat rupiah makin perkasa. Nilai tukar Rupiah sore ini ditutup menguat 70 poin (0,55%) menjadi 12.655 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
