Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, masih ingat dengan harga masker yang membuat istighfar selama pandemi corona? Apalagi, harga masker yang menembus ratusan ribu rupiah per kotaknya.
Kini, harga masker mulai terjangkau oleh masyarakat.
Dikutip dari akun Twitter, Rabu 29 April 2020, seorang dokter mata, Ferdiriva Hamzah, mencuit harga masker di minimarket. Kini, per bungkusnya dijual seharga Rp9 ribuan.
“ Udah banyak masker sekarang dan nggak mahal lagi. Ini cuma 9000-an isi 5 pcs. Kemarin sekotak isi 50 dijual 350 ribu,” cuit Ferdiva di akun Twitternya @ferdiriva.
Tak hanya masker, kini hand sanitizer tak lagi langka. “ Tuh, hand sanitizer juga banyak sekarang,” cuit dia.
Cuitan ini menjadi viral dan telah dicuit ulang 8.823 kali dan disukai 19.300 kali.

Turunnya harga masker ini, menurut warganet, adalah kerja sama dari pemerintah dan produsen yang bahu-membahu menekan harga masker.
Misalnya, perusahaan-perusahaan yang memproduksi masker dan hand sanitizer. Ditambah lagi dengan pemerintah yang mendorong masyarakat untuk memakai masker kain yang bisa dicuci.
“ Dear pegawai pembuat masker, hand sanitizer, dan lainnya. Terima kasih karena tak lelah bekerja demi kestabilan stock dan menormalkan harga. Kalian hero. Dari aku yang nggak pernah ikutan beli masker harga 350 ribu walau tinggal di redzone,” cuit @andinapradipta.
“ Waktu awal-awal pemerintah nyuruh buat wajib pake masker kain. Yang ada dalam pikiran gua, selain untuk mengantisipasi dari penyebaran, kayaknya juga sebagai cara supaya para penimbun masker pada nurunin harga drastis. Karena pembelinya udah nggak ada. Semua beralih ke masker kain semua. Eh ampuh. Wkwk,” cuit @NurmanNawi.
Warganet pun tak lupa memberikan `kata-kata mutiara` kepada para penimbun karena harga masker mulai terjangkau.
“ Yang nimbun nyesel deh. Syukurin,” cuit @Cfridias.
“ Buat yang kemarin-kemarin nimbun masker dan hand sanitizer. Lain kali kalo mau investasi tuh nimbun emas batangan. Jangan masker dan HS. Rasakan!!” cuit @ilusion_man.
“ Mam*us kau dikoyak masker kain,” cuit @madlooger.
Ada seorang warganet yang bercerita tentang temannya yang gigit jari akibat harga masker turun drastis. Dikatakan, sang teman berpotensi kehilangan untung Rp15 miliar.
“ Supply sudah kembali normal, ya. Temen gue yang kemarin nyetok masker, hand sanitizer, thermogun, cerita rugi 15 M gara-gara stok mandek. Mau jual mahal nggak laku. Jual murah juga rugi,” cuit @renaldypjs.
Dikatakan bahwa sang teman ini bukan penimbun dan terpaksa banting harga demi dagangannnya laku.
Ada juga warganet yang bercerita seorang penjual thermogun dan penimbun yang bisa membeli mobil selama pandemi corona.
“ Nimbrung ya Kak. Ada cerita dari temen saya. Pas pandemi dia jual thermogun. Wiih bisa kebeli mobil hanya dalam waktu singkat. Segitunya nyari duit,” cuit @rereyogyakarta.
“ Kenalan di WA udah beli All New HRV malah gara-gara nimbun. Segitunya cari cuan di tengah pandemi,” cuit @wdhps.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya