7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Pedagang Bawang. (Foto: Shutterstock)
Dream - Di tengah pandemi corona yang sedang terjadi, ada saja aksi nekat yang dilakukan banyak orang hanya untuk pulang ke kampung halaman. Misalnya, seorang pria di India yang nekat menyewa truk yang bermuatan bawang.
Dikutip dari Rushlane, Rabu 29 April 2020, pria ini membeli bawang 25 ton dan menyewa truk. Pria yang bernama Prem Murti Pandey, menempuh jarak 1.400 km dari Mumbai ke Praygraj, India Utara. Namun, sesampainya di sana, dia harus dikirim ke karantina dan menjalani tes.
Pihak kepolisian setempat mengatakan bahwa Pandey yang bekerja di bandara Mumbai. Selama bekerja di Bandara Mumbai, ia secara detail memiliki pengetahuan yang baik tentang bagaimana sistem transportasi bekerja di masa lockdown nasional.
Pria ini mengetahui jika setiap warga untuk sementara waktu tidak diizinkan bepergian. Namun pengecualian diberikan kepada transportasi kebutuhan pokok.
Saat itulah, dia memutuskan untuk menyamar menjadi seorang pedagang bawang.
Pandey pertama kali menyewa sebuah truk mini untuk mengangkut semangka dari Pimpalgaon dekat Nashik ke Mumbai. Setelah percobaan itu berhasil, Pandey memulai rencana utamanya yaitu melakukan perjalanan dari rumahnya.
Pria ini membeli 25,5 ton bawang dari pasar Pimpalgaon. Selanjutnya, ia membawa truk untuk mengangkut bawang dari Pimpalgaon menuju ke rumahnya di Prayagraj, India Utara.
Rencana Pandey berjalan dengan mulus tanpa menghadapi rute sulit. Selama perjalanan, Pandey sempat menjual barang secara grosir di pasar Mundera, namun tidak ada yang mau membelinya. Kecewa, ia langsung membawa bawang itu ke kampung halamannya.
Entah bagaimana, pihak berwenang diberitahu tentang rencana Pandey dan melakukan pengecekan virus corona. Dia juga diminta untuk mengkarantina dirinya sendiri di rumah. Dia berharap akan dapat menjual bawang dalam beberapa minggu mendatang dan memulihkan sebagian dari jumlah yang diinvestasikan.
Pandey mengaku terjebak di Mumbai dan merasa takut lantaran adanya lonjakan kasus virus corona di sekitar Azad Nagar, Andheri East tempat ia tinggal. Maka dari itu, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.
Lockdown nasional yang masih diberlakukan di India, melarang adanya pergerakan segala bentuk transportasi. Namun, kendaran-kendaraan pengantar bahan makanan masih diperbolehkan melintas.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?