Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi Silaturahmi (Foto: Shutterstock
Dream - Mengucap salam dan menjawabnya merupakan salah satu anjuran bagi umat Islam ketika bertemu orang lain. Salam merupakan lafal sapaan yang mengandung doa keselamatan di dalamnya.
Orang yang mengucap " Assalamu 'alaikum" mendapatkan banyak keutamaan. Sedangkan yang mendengar ucapan tersebut wajib menjawabnya.
Seringkali, kita mendengar orang menjawab salam dengan kalimat 'Wa'alaikumussalam'. Ada juga yang menggunakan jawaban 'Wa'alaikum salam'.
Sekilas, kedua kalimat tersebut tidak memiliki perbedaan dalam pengucapan. Tetapi, rupanya keduanya memiliki perbedaan mendasar.
baca di sini: Lirik Lagu Assalamu'alaikum Harris J
" Kalau menjawab salam, jawablah dengan kalimat wa'alaikumussalam, jangan wa'alaikum salam," ujar Rais Syuriah PBNU, Kiai Subhan Makmun, dikutip dari NU Online.
baca juga: Review Film Wa'alaikumussalam Paris
Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi, Brebes, Jawa Tengah ini, menjelaskan, kata 'salam' dalam kalimat 'as salamu 'alaikum' menggunakan 'al' ma'rifat. Sehingga, seharusnya kalimat itu dijawab dengan sepadan.
Sementara jawaban yang sepadan yaitu 'wa'alaikumussalam', bukan 'wa'alaikum salam'. Sebab, kata 'salam' di 'wa'alaikumussalam' juga menggunakan isim (kata benda) ma'rifat dengan 'al', berbeda dengan 'salam' di 'wa'alaikum salam' yang merupakan isim nakirah, sehingga tanpa menggunakan 'al'.
Menurut Kiai Subhan, ketika salam menggunakan isim ma'rifat, ditandai dengan 'al', artinya salam (keselamatan) yang disampaikan berasal dari Allah. Tetapi, jika salam diucapkan dalam bentuk isim nakirah, tanpa adanya 'al', artinya bersifat umum dan tidak berasal dari Allah.
Sehingga, menjawab salam dengan 'wa'alaikum salam' tidak tepat dan tidak sesuai dengan syariat. Karena makna kalimat jawaban tersebut tidak sepadan dengan salam yang sudah disampaikan.
Kiai Subhan lalu mengisahkan peristiwa yang pernah terjadi di lingkungan pesantrennya. Suatu hari, Kiai Subhan mendapatkan kabar akan kedatangan tamu Habib Abdullah bin Salim dari Pekalongan.
Sebelum Habib Abdullahm, yang merupakan lulusan Universitas Al Azhar Mesir, datang, Kiai Subhan mengingatkan para santri untuk menjawab salam dengan 'Wa'alaikumussalam'. Para santri mematuhi perintah tersebut.
Rupanya, ada beberapa santri yang tidak mendengar peringatan Kiai Subhan. Ketika Habib Abdullah datang, beberapa santri ini duduk di barisan tersebut.
Terjadilah apa yang tidak diinginkan. Beberapa santri tersebut menjawab salam dengan 'wa'alaikum salam'. Seketika itu Habib Abdullah menegur santri tersebut.
Sumber: NU Online.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

