Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: SBS Master Of Living
Dream - Seorang wanita berusia 24 tahun menjadi perbincangan di media sosial Korea Selatan lantaran berhasil menghemat 100 juta won atau sekitar Rp1.1 miliar dalam 4 tahun.
Ji-hyeon Kwak mengaku mulai menabung sejak usia 19 tahun. Saat itu dua menyadari bahwa ia perlu menghemat uang jika ingin mendapatkan tempat tinggalnya sendiri.

Meskipun berpenghasilan rata-rata 2 juta won atau Rp22.9 juta per bula, wanita muda ini berhasil menyisihkan cukup uang setiap bulan untuk menghemat lebih dari Rp1 miliar dalam empat tahun terakhir.
Itu sudah cukup baginya untuk membeli apartemen untuk tempat tinggalnya sendiri.
Namun, menyimpan uang sebanyak itu di Korea tidaklah mudah. Dia harus sangat berhemat dengan hanya menghabiskan Rp965 ribu per bulan untuk makan.
Meski anggarannya sedikit, Ji-hyeon Kwak tetap bisa makan makanan seimbang berkat kupon dan diskon restoran yang selalu ia kumpulkan. Ia juga lebih memilih belanja online untuk menghemat sebagian besar gajinya.
Saat tampil di acara Master of Living SBS, wanita 24 tahun itu mengatakan bahwa dia menggunakan berbagai aplikasi dan survei untuk menerima poin dan kode kupon yang dapat digunakan untuk berbagai produk.
Dia memindai tanda terima dari pembelian yang dia lakukan dan menghasilkan beberapa ratus won setiap kali transaksi.
Kedengarannya seperti membuang-buang waktu dan data pribadi, tetapi ketika mencoba menghemat uang sebanyak mungkin, setiap hal kecil sangat berarti.
Mengandalkan aplikasi dan kode kupon saja tidak cukup untuk berhemat di Korea Selatan. Untuk memotong pengeluarannya seminimal mungkin, Ji-hyeon rela berjalan selama 2 jam sehari ke kantor.
Ia juga hanya minum air dan teh buatan sendiri, dan makan apapun yang bisa dia beli dengan harga sangat murah atau melalui aplikasinya.
Jika itu air kemasan, dia akan menjualnya secara online dan menghemat uang, karena dia minum air sendiri pasti gratis.
Selam empat tahun menabung, Ji-hyeon Kwak telah belajar banyak cara untuk menghemat uang sambil mempertahankan diet seimbang. Dia bahkan membagikan trik berhemat di melalui YouTube dan Instagram miliknya.
Meski mendapat banyak reaksi positif dari publik, ia juga mendapat kritikan lantaran cara berhematnya yang dinilai tidak manusiawi.
Sejumlah publik Korea mengatakan kepadanya bahwa dia harus lebih menikmati hidup, bukannya hidup dengan terlalu berhemat.
Namun, Ji-hyeon Kwak mengatakan justru semakin termotivasi untuk menabung sebanyak mungkin karena situasi keluarganya yang sama sekali tidak baik. Dia ingin melarikan diri dan ini sepertinya pilihan terbaiknya.
(Source: odditycentral)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya