Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Menikah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Mungkin sulit untuk menemukan cinta untuk seorang karyawan yang bekerja keras setiap hari. Situasi ini akan membuatmu harus tegar saat sering diberondong pertanyaan kapan menikah saat bertemu dengan sanak keluarga.
Posisi ini rupanya disadari juga sebuah perusahaan di Tiongkok. Mereka mencoba membantu menguatkan hati para pekerja wanitanya menghadapi pertanyaan yang menjengkelkan itu.
Dikutip dari World of Buzz, Kamis 24 Januari 2019, sebuah perusahaan bernama Songcheng Performance di Tiongkok, membuat kebijakan yang cukup unik. Kebijakan ini mendorong karyawatinya untuk segera menikah.
Songcheng Performance akan memberikan tambahan cuti 15 hari dan bonus dua kali lipat bagi karyawan perempuannya yang menikah pada 2019.
Terdengar menyenangkan bukan? Namun perusahaan tak begitu saja memberikan hadiah untuk para pegawai wanita lajangnya itu.
Mereka yang tertarik dengan ketentuan ini harus memenuhi syarat dan ketentuan yang diterapkan.
Songcheng menyebut karyawati yang berhak mendapatkan kebijakan ini adalah wanita lajang berusia 30 tahun ke atas. Perusahaan ini memberikan cuti tambahan 15 hari agar mereka bisa mengikuti perjodohan.
“ Para karyawan wanita yang terhormat, perusahaan telah memutuskan untuk memberikan perempuan yang belum menikah, 15 hari libur untuk Tahub Baru Imlek dan untuk kegiatan perjodohan (7 hari libur Imlek dan 8 hari cuti berbayar),” tulis perusahaan.
Perusahaan juga akan menggandakan bonus akhir tahun kalau karyawatinya bisa menikah sebelum tanggal 31 Desember 2019.
Ternyata, perusahaan ini mengeluarkan kebijakan itu karena kerap menerima keluhan dari karyawan perempuannya. Mereka digoda untuk segera menikah dan mengeluh tak punya waktu untuk mencari pasangan.
Kebijakan ini tidak diberlakukan bagi karyawan pria karena perusahaan tak menerima keluhan dari para pekerjanya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya