Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Wanita (Shutterstock.com)
Dream - Banyak orang merasa lebih mudah hidup dengan kartu kredit di tangan. Namun, tak sedikit dari mereka yang terlena sehingga tidak bisa mengontrol pemakaiannya.
Jika sudah demikian, jalan menuju jeratan utang terbuka lebar. Sudah banyak cerita kita dengar tentang mereka yang kehidupannya terseok-seok harus 'gali lobang, tutup lobang' untuk melunasi tunggakan cicilan.
Dengarlah kisah Delia berikut ini. Wanita muda yang pernah terjerembab dalam utang kartu kredit itu membagikan kisah perjuangannya lepas dari jeratan cicilan. Dia mengaku pernah menaggung utang kartu kredit hingga Rp55 juta.
“ Ceritaku melunasi utang kartu kredit Rp55 juta,” tulisnya.
Gadis 26 tahun itu mengingat dengan jelas bagaimana susahnya hidup dengan dibayang-bayangi kata utang. Disebutnya, uang gajian cuma lewat di rekening.
“ Aku enggak pernah bisa tidur dengan tenang karena mikirin utang. Uang gajian, cuma lewat di rekening karena langsung dipotong cicilan,” katanya.
Delia awalnya menganggap bisa melunasi utangnya, namun makin lama jumlahnya menumpuk. Mirisnya, utang sebanyak itu ternyata hanya sebagai pelengkap keinginannya membeli barang-barang, bahkan barang yang 10 kali lebih besar dari gaji bulanan.
“ Awalnya cuma ratusan ribu, mikirnya bisa langsung dilunasi. Tapi makin lama, jumlahnya makin besar. Sampai aku berani beli barang harganya bahkan 10 kali lipat lebih besar dari gaji bulanan,” ungkapnya.
Menyesal, ya ini yang dirasakan wanita ini. Namun dia bertekad untuk melunasi semua utangnya dengan empat tips yang dibagikannya.
“ Mungkin bisa dibilang telat sadarnya ya. Tapi, aku bertekad melunasi semua utang,” lanjutnya.
Lelah dan tidur yang tidak tenang, ini empat hal yang dilakukan Delia dalam tekadnya untuk melunasi utang. Pertama, dia berhenti akan kegiatan belanja alias shopping, termasuk hangout yang bisa membuang-buang uang. Meskipun cara ini membuatnya kehilangan banyak teman.
Kedua, selain memperbaiki lingkungan, Delia mulai mengatur pengeluaran serta membuat alokasi dana. Kemudian, untuk mencari uang tambahan, dia pun melakukan freelance. Dan terakhir Delia perlahan menaikkan jumlah pembayaran dari freelance nya.
Konsisten dengan tips yang ia buat sendiri, akhirnya dalam kurun waktu 2 tahun, Delia bisa merasakan gaji secara utuh karena telah melunasi semua utangnya.
“ Setelah 2 tahun, akhirnya aku berhasil melunasi segala utang dan merasakan gaji secara utuh,” ungkapnya.
Delia juga mengumpulkan dana darurat dan mulai menerapkan investasi di Reksa Dana. Satu pesan penting yang dikatakan Delia mengenai utang. Baginya lebih baik lelah karena menabung daripada lelah bayar utang.
“ Lebih baik capek nabung dan investasi buat beli barang impian, daripada capek bayar utang demi keinginan konsumtif,” tutupnya.
Sumber: Instagram @indonesiastockexchange
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya