Akibat Lilitan Utang Hampir Rp1 M, Ibu Hamil di Depok Nekat Tawarkan Ginjal

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 23 Januari 2022 16:27
Akibat Lilitan Utang Hampir Rp1 M, Ibu Hamil di Depok Nekat Tawarkan Ginjal
Bisnis yang gagal membuat Melvi terlilit utang.

Dream - Melvi Novita punya pikiran yang nekat. Dia ingin menjual ginjalnya demi menutupi utang yang jumlahnya hampir Rp1 miliar.

Padahal, saat ini warga Mekarjaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat itu sedang hamil. Tapi dia sangat serius lantaran berpikir menjual ginjal bisa jadi jalan baginya bebas dari utang.

" Keputusan saya sudah bulat untuk menjual ginjal dan hal ini sudah disetujui keluarga besar saya, risikonya saya sudah tahu dan sudah siap," ujar Melvi.

Kabar Melvi sempat viral setelah dia mengunggah niatnya ke media sosial. Utang yang menjeratnya bermula dari keinginan untuk mencoba berdagang online dan berbisnis minyak goreng.

 

1 dari 3 halaman

Minim Pengetahuan Berbisnis

Karena minim pengetahuan, Melvi kesulitan menjalankan bisnisnya. Akhirnya, dia malah mendapat rugi cukup besar.

" Saya bru mencoba bisnis ini dan saya gali lubang tutup lubang sehingga sampai besar utangnya," kata dia.

Sebelum terpikir dan memutuskan menjual ginjal, Melvi sudah mencoba berbagai cara agar utangnya lunas. Sayangnya, utangnya terlalu banyak dan membuatnya kebingungan.

Dia menjual sejumlah barang demi melunasi utang. Mulai ponsel, sepeda motor, bahkan menggadaikan sertifikat rumah milik saudaranya.

 

2 dari 3 halaman

Suami Ikut Jual Ginjal Tapi Dilarang

Sang suami, Rizki Ramdani, menyatakan sudah tidak bisa lagi berpikir bagaimana cara melunasi utang itu. Seluruh upaya sudah dilakukan namun tetap saja utang istrinya belum bisa lunas.

" Saya juga menawarkan untuk menjual ginjal saja, tetapi istri enggak mau karena saya kan harus cari nafkah," ucap dia.

Pasangan ini harus menghidupi tiga orang anak. Sementara saat ini Melvi tengah mengandung.

 

3 dari 3 halaman

Tak Tahu Harus Bagaimana

Selain itu, mereka terpaksa tinggal di rumah orangtua Melvi. Mereka sudah kehabisan uang dan tidak lagi sanggup membayar biaya sewa rumah.

“ Anak saya mau tiga, yang pertama umur empat tahun, anak kedua mau dua tahun, dan yang ketiga masih di dalam perut (istri saya) yang usia kandungannya sudah tujuh bulan," kata Rizki.

Saat ini dia hanya berharap ada jalan keluar atas masalah keluarganya. Rizki mengakui pendapatannya sebagai Office Boy tidak cukup untuk melunasi utang, dikutip dari JPNN.

Beri Komentar