Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Foto: Dream.co.id/Ratih Wulan)
Dream – Upaya Kementerian Pariwisata dalam mem-branding pariwisata Indonesia membuahkan hasil. Peringkat branding pariwisata Indonesia dengan tagline Wonderful Indonesia, mengalahkan Malaysia dan Thailand.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan peringkat “ Wonderful Indonesia” berada di peringkat ke-47 dunia. Sementara itu, Malaysia berada di peringkat ke-97 dan Thailand berada di posisi ke-43.
Sekadar informasi, branding pariwisata Malaysia adalah “ Truly Asia”, sedangkan Thailand adalah “ Amazing Thailand”.
“ Kita berhasil unggul,” kata Arief dalam “ WPP BrandZTM Top 50 Most Valuable Indonesia Brand 2016: CEO Roundtable” di Jakarta, ditulis Kamis 11 Agustus 2016.
Ke depannya, mantan direktur utama PT Telkom Indonesia Tbk ini akan berionvasi untuk mempromosikan potensi wisata Indonesia. Tak sekadar branding, penguatan pemasaran lewat media digital ini juga akan ditingkatkan porsinya menjadi 50 persen media digital dan 50 persen media konvensional.
“ Kami akan mengikuti perkembangan customer yang juga semakin beralih ke dunia digital,” kata dia.
Lebih jauh, Arief mengakui pentingnya 'Brand Value' untuk sebuah negara. Terutama dalam mengenalkan dan mengembangkan sektor pariwisata ke tingkat global. Cara ini sangat penting diterapkan sebagai rencana jangka panjang sehingga memiliki manfaat dalam skala besar.
" Selama ini kita hanya mau membiayai customer management atau produk management tapi jarang yang mau membiayai branding management. Itu bagus seperti Telkomsel atau BCA yang memiliki kesempatan dipilih orang enam kali lebih besar dibanding produk lain," ungkap Arief.
Arief mengungkapkan salah satu bagian yang harus diperhatikan dalam memperkuat upaya branding management yaitu logo. Desain logo harus dibuat menarik dan fleksibel. Termasuk dalam mendesain master ataupun destinantion branding.
" Kalau Brand nation kuat boleh meng- endorse tourism. Tapi kita sebaliknya, karena brand value Bali jauh lebih tinggi dibanding Indonesia," imbuhnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan