Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Makassar menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Ibukota Sulawesi Selatan tersebut mencatat pertumbuhan sebesar 7,9 persen.
" Ini mungkin di dunia yang paling tinggi," ujar Joko dalam sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2017, seperti dikutip Dream dari laman Setkab, Jumat, 28 Juli 2017.
Dengan kondisi saat ini, Jokowi mengatakan, sangat sulit bagi sebuah daerah untuk bisa mencapai angka-angka pertumbuhn tinggi. Di Amerika atau Eropa pertumbuhan ekonomi tak lebih dari kisaran 1 persen, 2 persen. " Angkanya hanya itu-itu saja," katanya.
Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi Makassar yang mencapai 7,9 persen merupakan pencapaian yang luar biasa. Dia berharap, seluruh kabupaten dan kota serta provinsi bisa berlomba-lomba untuk menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang baik.
Pada bagian lain, presiden juga berpesan kepada kepala daerah untuk memperhatikan dua hal dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Kedua hal itu adalah belanja konsumsi dan belanja pemerintah,
Presiden mengatakan pertumbuhan ekonomi tak bisa hanya mengandalkan anggaran dari APBD. Daerah harus bisa menggenjot ekspor serta menarik investasi sebanyak mungkin.
Diakuinya, kinerja ekspor dunia saat ini memang tengah mengalami kelesuan akibat harga komoditas yang menurun. Hal itu tentu saja berimbas pada pertumbuhan ekonomi seperti terlihat di di Amerika, Uni Eropa, dan Amerika Latin. " Semuanya memang mengalami kelesuan, sehingga ekspornya ini juga memang tidak mudah," katanya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tak ada jalan lain selain membuka keran investasi untuk menarik membiayai pembangunan. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam