Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Presiden Joko Widodo Ingin Indonesia Menjadi Pemimpin Di Sektor Keuangan Syariah.
Dream – Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia dan potensi keuangan syariah di sana cukup besar. Melihat potensi ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan seharusnya Indonesia bisa menjadi pemimpin keuangan syariah, namun belum terwujud.
“ Dengan modal kekuatan populasi umat Islam terbesar di dunia, sudah seharusnya dan sepantasnya Indonesia menjadi terdepan, menjadi pemimpin, dan menjadi pusat keuangan syariah dunia. Harusnya seperti itu dan sudah sepantasnya seperti itu. Tapi, ini belum kejadian,” kata Jokowi dalam peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Jumat 28 Juli 2017.
Saat ini, kata dia, Indonesia memiliki 34 bank syariah, 58 asuransi syariah atau takaful, 7 modal ventura syariah, 5 ribu lembaga keuangan mikro syariah, dan 23 juta pelanggan. Pasarnya besar, namun masih banyak peluang yang belum bisa dimanfaatkan.
Hal ini terlihat dari aset perbankan syariah yang baru mencapai 5,3 persen terhadap total aset perbankan di Indonesia. Angka ini kalah jauh dibandingkan dengan Malaysia yang aset bank syariahnya sebesar 23,8 persen, Arab Saudi 51,1 persen, dan Uni Emirat Arab 19,6 persen.
“ Sekali lagi, di negara kita, Indonesia, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, baru mencapai 5,3 persen. Masih kecil sekali,” kata mantan Gubernur DKI ini.
Selain itu, Jokowi optimitis industri syariah bisa menjadi solusi utama dalam pembiayaan pembangunan di Indonesia jika dimanfaatkan dengan baik, baik pembangunan infrastruktur maupun pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial.
Misalnya, Indonesia punya potensi tanah wakaf 4,3 miliar persegi dan wakaf tunai yang baru terkumpul sebesar Rp22 miliar.
“ Tentu saja wakaf tunai juga perlu didorong untuk lebih kita kembangkan lagi, sehingga hasil-hasil yang diperoleh dari wakaf-wakaf itu bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan produktif, seperti pembangunan ekonomi umat (dan) pemberdayan UMKM sehingga dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata dia. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya