Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
YouTuber Thailand Nutty (Instagram @nutty.suchataa)
Dream - Bisnis trading forex atau perdagangan valas (valuta asing) sedang digandrungi masyarakat. Walaupun memiliki risiko yang cukup besar, trading forex tetap menggiurkan banyak pihak karena dapat dijadikan sebagai passive income.
Salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah penipuan oleh sang trader, seperti yang terjadi pada YouTuber terkenal asal Thailand ini.
YouTuber Thailand Nutty yang memiliki akun YouTube dengan sebutan Nutty’s Diary mengaku sebagai pedagang valas.
Ia dilaporkan telah melarikan diri ke luar negeri setelah diduga menipu ribuan investor sejumlah 2 miliar baht atau sekitar Rp809 miliar.
Phaisal Ruangrit, seorang pengacara yang turut membantu korban penipuan mengatakan bahwa YouTuber bernama asli Natthamon Khongchak itu telah menipu lebih dari 6.000 korban.
Phaisal mengungkap bahwa salah satu korban menyetor sekitar 18 juta baht atau sekitar Rp7 miliar.
Dikutip dari The Straits Times, pada 24 Agustus 2022, Phaisal memimpin sekitar 30 orang untuk mengajukan pengaduan terhadap Nutty ke Divisi Penindasan Kejahatan Ekonomi.
Ia mengatakan sang YouTuber telah menggunakan popularitasnya untuk memikat korban dengan janji pengembalian yang tinggi dalam waktu singkat.
Penipuan yang Natthamon lakukan dengan cara mengajak orang untuk menyetor uang ke rekeningnya, menjanjikan pengembalian 25 persen untuk kontrak tiga bulan.
Sekitar 30 persen untuk kontrak enam bulan, dan 35 persen untuk kontrak 12 bulan. Dia berjanji untuk membayar kembali setiap bulan.
Namun, pada bulan April, para investor mulai mengeluh bahwa mereka tidak menerima pembayaran seperti yang dijanjikan.
Pada 25 Mei, Natthamon memposting foto di Instagram mengatakan dia telah melakukan kesalahan dalam berdagang dan kehilangan semua uang tersebut, tetapi berjanji untuk membayar kembali investornya.
Pada 24 Juni, dia mengumumkan bahwa dia digugat dalam dua kasus dan tidak akan bisa membayar investor lain jika dia dipenjara.
Pada Minggu, 28 Agustus 200, akun Facebook populer Drama-addict memposting bahwa Natthamon telah melarikan diri ke luar negeri.
Ia menambahkan bahwa salah satu korbannya, yang diidentifikasi sebagai Nok, menawarkan hadiah 1 juta baht atau Rp404 juta kepada siapa saja yang dapat memberikan informasi yang akan merujuk pada penangkapannya.
Halaman tersebut mengatakan bahwa mereka menerima informasi mengenai Natthamon yang telah melarikan diri ke Malaysia.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya