3 Kondisi Jerawat yang Butuh Penanganan Dokter Kulit

Reporter :
Kamis, 3 Januari 2019 06:41
3 Kondisi Jerawat yang Butuh Penanganan Dokter Kulit
Penting untuk mengetahui saat jerawat sudah semakin parah dan harus mendapat perawatan dokter.

Dream - Jerawat jadi masalah kulit yang sangat umum, terjadi pada setiap usia dan kalangan. Bukan hanya remaja, bayi anak bahkan orangtua juga kerap mengalaminya. Untuk mengatasi jerawat, kini banyak sekali obat jerawat yang dijual di pasaran.

Ada yang berbentuk krim, gel, patch, masker dan masih banyak lagi. Harganya pun sangat terjangkau. Untuk jerawat ringan, biasanya akan mereda dengan pengobatan sederhana tersebut.

Pada kondisi jerawat yang parah, obat-obat tersebut cenderung tak berdampak signifikan. Dalam beberapa kasus, bahkan membuat jerawat semakin meradang.

 Jerawat

Penting untuk mengetahui saat jerawat sudah semakin parah dan harus mendapat perawatan dokter.

Kapan harus mempertimbangkan memeriksakan jerawat ke dokter? Pertama ketika, jerawat tak kunjung sembuh selama 3 hingga 4 minggu, padahal sudah menggunakan berbagai obat. Lalu kedua, ketika jerawat semakin parah dan meradang.

 

1 dari 3 halaman

Tanda Jerawat Meradang

" Hal tersebut ditandai dengan jerawat yang semakin banyak, merah dan nyeri disertai gatal dan panas. Saat bercermin dan level kepercayaan diri menurun drastis karena jerawat, ini pertanda nyata kalau harus segera konsultasi," ujar Amy Derick, seorang dokter kulit, dikutip dari WebMD.

 Solusi Atasi Noda Bekas Jerawat

Ketiga, saat bekas jerawat menimbulkan bekas yang sangat dalam atau bopeng. Bisa jadi infeksi yang terjadi pada kulit akibat jerawat membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Bukan hanya sekadar obat luar tapi juga antibiotik yang harus diminum. Beberapa prosedur seperti facial, laser, peeling hingga bedah bisa dipertimbangkan untuk meredakan masalah jerawat secara efektif dan aman.

(ism, Laporan: Mega Rasmiyati)

2 dari 3 halaman

Jerawat Datang Saat Haid, Ketahui Cara Meredamnya

Dream - Seringkali para perempuan mengeluh dengan jerawat yang muncul sebelum atau selama datang bulan. Hal tersebut sebenarnya wajar karena pengaruh fluktuasi hormon yang menyebabkan perubahan pada kulit.

Saat datang bulan, kulit jadi lebih berminyak dan muncul jerawat. Seorang spesialis dermatologi, dr. Geeta Fazalbhoy, mengungkap bahwa hormon progesteron jadi pemicu tumbuhnya jerawat saat haid.

" Alasannya karena kadar progesteron (hormon yang berhubungan dengan kesuburan) berada di puncak lalu secara drastis menurun ketika menstruasi. Perubahan ini dapat menyebabkan jerawat, terutama pada wajah bagian bawah atau garis rahang" ujar Fazalbhoy, seperti dikutip dari Times of India.

Tak hanya berjerawat, setiap kulit memiliki reaksi yang berbeda saat pra menstruasi. Ada yang menjadi sangat berminyak, menjadi kering, atau keduanya. Untuk menjaga kulit tetap sehat ketika hormon sedang kurang stabil, pastikan Sahabat Dream melakukan tiga hal ini.

1. Pastikan wajah tetap bersih

Untuk kulit yang berminyak, dr. Fazalbhoy menganjurkan untuk membersihkan wajah dengan rutin menggunakan sabun pencuci muka yang mengandung tea tree oil atau asam salisilat. Gunakan juga masker wajah untuk menjaga kelembaban kulit.

3 dari 3 halaman

Perawatan Kulit Penting dari Dalam

2. Jangan mencoba produk baru

Saat datang bulan, kulit kita berubah menjadi sensitif. Untuk itu, disarankan agar tidak mencoba produk baru kecantikan saat datang bulan. Reaksi kulit bisa jadi ektrem saat hormon sedang stabil. Mulai dari kemerahan, jerawat hingga gatal dan peradangan parah.

 Musim Kemarau Tiba, Perawatan Kulit Mesti Siaga

3. Makan sayur dan buah

Mengkonsumsi makanan yang mengandung kalium seperti pisang dan asparagus serta minum air putih dapat mengurangi masalah kulit dan keram perut.

Minum jus buah untuk meningkatkan vitalitas tubuh dan menjaga kulit tetap sehat. Tetap aktif berolahraga juga bisa melancarkan haid dan mengurangi risiko masalah kulit.

Laporan: Mega Rasmiyati

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri